Hoaks Hibah Internasional Umat Kristen Catut Ditjen Bimas

  • 30 Jun 2026 14:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah akun Facebook bernama “Bantuan Pemerintah” menyebarkan informasi palsu terkait pendaftaran dana hibah internasional untuk umat Kristen pada awal Juni ini. Unggahan tersebut menjanjikan bantuan cuma-cuma tanpa biaya administrasi untuk kegiatan pelayanan gereja hingga pendidikan iman.

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) langsung bergerak cepat melakukan penelusuran digital demi menguji kebenaran klaim tersebut. Saat diverifikasi, tautan eksternal yang dicantumkan dalam unggahan itu ternyata rusak dan sama sekali tidak dapat diakses.

Melansir website TurnBackHoax, fakta hukumnya menunjukkan bahwa akun pengunggah tersebut bukan representasi resmi dari institusi pemerintahan yang sah. Otoritas resmi yang memegang kendali urusan terkait adalah Ditjen Bimas Kristen Kementerian Agama dengan akun valid bernama “DitjenBimasKristen”.

Melalui penelusuran mesin pencari, tim investigator menemukan bahwa modus penipuan serupa sempat mencuat pada awal tahun 2026. Artikel sanggahan resmi menegaskan bahwa klaim bantuan dana bagi masyarakat non-muslim kala itu murni merupakan bentuk hoaks.

Kementerian Agama sendiri sebelumnya sudah mengeluarkan peringatan keras mengenai pencatutan program Direct Aid Program (DAP) dari Australia. Pihak kementerian menyatakan tidak pernah merilis pengumuman ataupun surat edaran terkait bantuan internasional tersebut.

Hingga saat ini, tidak ditemukan satu pun dokumen atau pernyataan dari sumber kredibel yang membenarkan program hibah di Facebook itu. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu menyaring informasi dan tidak sembarangan mengeklik tautan yang mencurigakan.

Unggahan foto mengenai pendaftaran dana hibah internasional ini masuk dalam kategori konten tiruan (impostor content). Tidak ada fakta yang mendukung klaim tersebut, dan masyarakat diminta waspada terhadap modus penipuan yang mencatut nama instansi negara.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....