Waspada Sengatan Tawon Ndas

  • 28 Jun 2026 22:21 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Tampilannya mungkin terlihat menarik, tetapi tawon ndas merupakan salah satu spesies tawon paling berbahaya yang banyak ditemukan di Indonesia. Serangga bernama ilmiah Vespa affinis ini dikenal memiliki sengatan yang sangat menyakitkan dan dapat membahayakan manusia.

Mengutip akun Instagram @cerita_alam_liar, Vespa affinis termasuk kelompok tawon sosial yang hidup berkoloni dalam satu sarang. Mereka sangat protektif terhadap wilayahnya dan akan bereaksi agresif jika merasa terganggu.

Berbeda dengan lebah yang umumnya hanya menyengat sekali, tawon ndas mampu menyengat berkali-kali. Sengatannya mengandung racun yang dapat memicu rasa nyeri hebat, pembengkakan, hingga reaksi alergi serius pada sebagian orang.

Dalam kondisi tertentu, kawanan tawon ndas bahkan dapat mengejar ancaman hingga jarak yang cukup jauh dari sarangnya. Karena itu, mendekati atau mencoba merusak sarang tanpa perlengkapan yang memadai sangat berisiko.

Sarang tawon ndas kerap ditemukan di pepohonan, atap rumah, gudang, hingga sudut bangunan yang jarang digunakan. Keberadaannya sering kali baru disadari ketika populasi koloni sudah cukup besar.

Jika menemukan sarang tawon di sekitar rumah atau lingkungan permukiman, masyarakat disarankan tidak melakukan penanganan sendiri. Upaya membakar, menyemprot, atau merusak sarang justru dapat memicu serangan massal dari seluruh koloni.

Langkah paling aman adalah menghubungi petugas yang memiliki peralatan dan keahlian khusus, seperti dinas pemadam kebakaran atau tim evakuasi satwa setempat. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan risiko cedera bagi penghuni rumah maupun lingkungan sekitar.

Selain menghindari sarang, masyarakat juga dianjurkan tidak melakukan gerakan panik apabila bertemu tawon ndas. Menjauh secara perlahan dari lokasi sarang umumnya lebih aman dibanding mencoba mengusir atau memukul serangga tersebut.

Kewaspadaan terhadap tawon ndas menjadi penting, terutama saat musim ketika koloni berkembang lebih aktif. Mengenali karakter satwa liar di sekitar lingkungan merupakan langkah awal untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....