Astrid Widayani Kupas Tren Kepemimpinan Anak Muda Profesional di FISH Univet
- 22 Jun 2026 22:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sukoharjo - Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum (FISH) Universitas Veteran Bangun Nusantara (Univet Bantara) Sukoharjo menggelar Kuliah Umum dan Bedah Buku Astrid Widayani: The Untold Story “Tren Kepemimpinan Anak Muda yang Profesional”, Kamis 18 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Gedung D Ruang 1 dan 2 tersebut menghadirkan Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani sebagai narasumber utama, diikuti mahasiswa, civitas akademika FISH Univet Bantara, siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo, serta siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo.
Dekan FISH Univet Bantara Sukoharjo, Dr. Joko Suryono, M.Si menjelaskan kegiatan tersebut bertujuan memperluas wawasan mahasiswa mengenai proses menjadi seorang pemimpin yang profesional. Menurutnya, kepemimpinan tidak hadir secara instan, melainkan terbentuk melalui perjalanan panjang yang penuh pengalaman, pembelajaran, kolaborasi, serta interaksi sosial.
“Untuk menjadi pemimpin itu melalui proses, bukan tiba-tiba menjadi pemimpin. Perlu perjuangan panjang, berkolaborasi, bernegosiasi, melobi, untuk menjadi pemimpin yang demokratis,” ujarnya.
Dr. Joko juga menjelaskan seorang pemimpin harus dibangun dari bawah dengan bekal nilai, karakter, visi, dan misi yang kuat. Selain memiliki kemampuan memimpin, seorang pemimpin dituntut mampu melayani masyarakat serta menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi publik.
Dalam sesi bedah buku, ia menilai perjalanan hidup Astrid Widayani menyimpan banyak pelajaran berharga bagi generasi muda, terutama terkait pentingnya dukungan keluarga dalam mendukung kiprah seorang pemimpin. “Menjadi pemimpin harus dimulai dari bawah, tidak bisa langsung berada di posisi yang tinggi. Pemimpin juga harus punya value, karakter, visi, dan misi,” kata Dr Joko.
Dalam kuliah umum tersebut, Astrid Widayani mengajak generasi muda untuk tetap mempertahankan keaslian diri saat mengejar kesuksesan. Menurutnya, karakter yang autentik menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang mampu memberikan dampak positif dan inspirasi bagi lingkungan sekitar. “Berkaitan dengan kepemimpinan, menjadi diri sendiri itu yang menjadi garis bawah dari diskusi kita hari ini,” ujar Astrid.
Astrid juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan memperkaya pengalaman melalui berbagai kegiatan positif. Ia menjelaskan setiap proses yang dijalani akan membentuk karakter dan kualitas diri yang menjadi modal menuju kesuksesan. “Saya kira tidak perlu ragu lagi untuk mengasah kemampuan dan mencari pengalaman,” kata Astrid. Dari semua proses inilah yang akan membentuk kita pada akhirnya menjadi orang sukses.
Lebih lanjut, Astrid mengingatkan setiap individu memiliki keunikan yang merupakan anugerah Tuhan dan perlu terus diasah agar menjadi nilai pembeda di tengah persaingan. Menurutnya, pemimpin masa kini tidak hanya dituntut kompeten, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata dan menginspirasi banyak orang. “Keunikan kita adalah anugerah Tuhan yang harus terus diasah. Pemimpin masa kini harus menjadi pemimpin yang berdampak dan berinspirasi,” ucapnya.

Astrid Widayani bersamamahasiswa, civitas akademika FISH Univet Bantara, siswa SMA Veteran 1 Sukoharjo, serta siswa SMK Veteran 1 Sukoharjo (Foto : RRI/Wiwik)
Sementara itu, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FISH Univet Bantara, Adhika Prasetya K, MM yang tampil sebagai keynote speaker membagikan kisah kedekatannya dengan Astrid Widayani. Ia mengungkapkan keduanya memiliki latar belakang pendidikan yang hampir serupa, mulai dari SMP Negeri 4 Surakarta, Universitas Diponegoro Semarang, hingga Program MBA UGM.
Hubungan keduanya berawal dari pertemuan saat masa kampanye Pilkada Solo dan berkembang melalui berbagai diskusi mengenai musik, politik, olahraga, hingga sejarah. Dari hubungan tersebut lahir kolaborasi musik melalui aransemen ulang salah satu lagu karya Adhika yang direkam bersama Astrid setelah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Surakarta. “Intinya beliau tertarik dengan lagu saya dan ingin merekamnya kembali dalam bentuk lain. Alhamdulillah lancar, malah waktu itu Bu Astrid karena sedang puasa suaranya jadi lebih merdu,” ujar Adhika.
Menurut Adhika, kiprah Astrid sebagai pengusaha, rektor, politisi, musisi, influencer, sekaligus ibu rumah tangga layak menjadi inspirasi bagi generasi muda. Karena itu, ia menilai buku Astrid Widayani: The Untold Story penting untuk dipublikasikan secara luas.
“Saya merasa buku Mbak Astrid harus dipublikasikan agar menginspirasi teman-teman muda untuk berani bermimpi dan mewujudkan mimpi tersebut,” ucapnya.
Menambah kemeriahan acara, Astrid Widayani bersama The Adhika Project Band membawakan lagu “Jatuh Cinta di Solo” dan “Kangen” yang mendapat sambutan hangat dari peserta. Kegiatan juga diisi pembagian doorprize berupa buku Astrid Widayani: The Untold Story kepada peserta yang aktif mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi berlangsung. Acara ditutup dengan sesi foto bersama antara Astrid Widayani, Dekan FISH, para dosen, dan seluruh peserta kuliah umum. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....