Kadesh: Perjanjian Damai Tertua yang Masih Ada

  • 22 Mei 2026 21:57 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dalam sejarah manusia, peperangan sering kali lebih banyak dikenang daripada perdamaian. Namun, lebih dari 3.000 tahun lalu, dua kerajaan besar dunia kuno justru menciptakan sebuah kesepakatan damai yang hingga kini masih dikenal sebagai salah satu perjanjian damai tertua yang bertahan. Perjanjian tersebut dikenal sebagai Perjanjian Kadesh atau Treaty of Kadesh.

Dikutip dari Encyclopedoa Britannica Jum'at (22 Mei 2026) awal mula dari perjanjian ini berasal dari Pertempuran Kadesh, sebuah pertempuran besar antara pasukan Mesir di bawah Ramses II dan bangsa Het di bawah Muwatallis pada tahun 1275 SM. Pertempuran ini memperebutkan wilayah Kanaan, Suriah, dan Kota Kadesh. Pertempuran Kadesh juga dikenal sebagai salah satu pertempuran kereta perang terbesar dalam sejarah.

Masih dari website Egypt History, pertempuran berakhir tanpa pemenang, dengan kedua belah pihak mengklaim kemenangan. Kedua pihak sadar dan memutuskan untuk berhenti berperang dan menghindari konflik lebih lanjut dengan upaya negosiasi perjanjian perdamaian. Negosiasi berlangsung selama beberapa tahun yang akhirnya melahirkan Perjanjian Kadesh.

Yang membuat perjanjian ini istimewa bukan hanya karena usianya, tetapi juga karena isinya yang sangat modern. Perjanjian Kadesh pada dasarnya merupakan pakta non-agresi dan aliansi pertahanan bersama. Seperti yang dikutip dari Biblical Archaeology Society (BAS) Library, kedua belah pihak bersumpah untuk tidak saling menyerang selamanya. Lebih lanjut, jika salah satu negeri diserang oleh pihak ketiga atau terjadi pemberontakan internal, pihak yang satunya lagi wajib mengirim bantuan pasukan.

Menariknya, setelah para diplomat menyepakati ketentuan perjanjian, masing-masing pihak menulis perjanjian versi mereka sendiri. Satu dalam hieroglif Mesir, sedangkan yang lainnya dalam bahasa Het. Kemudian masing-masing pihak menerjemahkan ke dalam bahasa Akkadia (bahasa internasional pada zaman itu) yang versi aslinya diukir dalam tablet perak.

Perjanjian Kadesh mengajarkan kita meski lembaran sejarah manusia sering diisi dengan perang, kita memiliki hasrat hidup damai yang lebih tinggi. Meski telah bertempur habis-habisan di Kadesh, kedua belah pihak memutuskan untuk berdamai dan membuat janji diatas tablet perak. Janji yang ada sampai saat ini menjadi saksi bahwa meski sulit, perdamaian tetap lebih berharga daripada kemenangan di medan perang. (Azzam LPU)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....