Fakta Mandi saat Badan Berkeringat
- 19 Mei 2026 07:14 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Banyak masyarakat yang masih mempercayai bahwa mandi setelah berkeringat bisa menyebabkan sakit, termasuk panu. Padahal, anggapan ini tidak memiliki dasar ilmiah. Faktanya mandi setelah berkeringat tidak menjadi pemicu datangnya sakit, sedangkan panu disebabkan oleh jamur Malassezia yang memang secara alami hidup di permukaan kulit manusia.
Mengutip dari unggahan Instagram dr. Ayman Alatas, Sp. MK, seorang dokter spesialis Mikrobiologi Klinik, jamur Malassezia biasanya tidak berbahaya dalam kondisi normal dan merupakan bagian dari mikrobioma kulit. Namun, pertumbuhannya dapat meningkat secara berlebihan ketika kulit berada pada kondisi lembab, berminyak, dan jarang dibersihkan. Inilah yang akhirnya memicu munculnya panu, bukan karena mandi setelah berkeringat.
Selain jamur, kulit manusia juga dihuni oleh jutaan bakteri komensal seperti Staphylococcus dan Corynebacterium. Bakteri ini berperan dalam mengurai komponen keringat seperti protein dan asam lemak. Proses tersebut menghasilkan senyawa yang menimbulkan bau tidak sedap pada tubuh.
Lebih lanjut dr. Ayman Alatas menjelaskan, mandi setelah berkeringat justru menjadi langkah penting untuk menjaga kebersihan dan keseimbangan mikrobioma kulit. Dengan mandi, kotoran, minyak, dan keringat yang menumpuk dapat dibersihkan secara optimal.
Hal ini membantu mencegah pertumbuhan mikroorganisme berlebih yang dapat memicu masalah kulit. Tidak ada keharusan untuk menunggu tubuh benar-benar kering sebelum mandi setelah berkeringat.
Namun, setelah olahraga berat, disarankan untuk menunggu sekitar 10–30 menit hingga suhu tubuh kembali stabil. Mengelap keringat terlebih dahulu dengan handuk bersih juga dapat membantu proses pembersihan menjadi lebih efektif.
Pemilihan air mandi, baik hangat maupun dingin sebaiknya disesuaikan dengan kenyamanan masing-masing individu. Yang terpenting adalah menjaga kebersihan kulit secara rutin, terutama setelah berkeringat. Dengan demikian, risiko masalah kulit seperti panu dapat diminimalkan secara optimal.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....