Waspadai Silent Call, Pakar Ingatkan Potensi Spam hingga Penipuan Digital
- 09 Mei 2026 21:32 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena silent call atau panggilan telepon tanpa suara mulai semakin sering dialami masyarakat. Panggilan misterius yang hanya menghadirkan keheningan beberapa detik sebelum terputus itu ternyata tidak selalu disebabkan gangguan jaringan biasa. Dalam sejumlah kasus, silent call dapat menjadi bagian dari sistem otomatis hingga modus penipuan digital.
Regulator komunikasi Inggris, Ofcom menjelaskan bahwa silent call kerap terjadi akibat penggunaan sistem auto dialer di pusat layanan telepon atau telemarketing. Sistem tersebut bekerja dengan menghubungi banyak nomor sekaligus, sementara jumlah operator yang tersedia terbatas. Akibatnya, penerima telepon hanya mendengar hening sebelum sambungan diputus.
Sementara itu, Federal Communications Commission atau FCC menyebut panggilan otomatis tanpa interaksi juga sering dipakai untuk memastikan apakah sebuah nomor masih aktif digunakan. Setelah nomor dinyatakan aktif, pengguna berpotensi menerima panggilan spam lanjutan, pesan penipuan, hingga promosi ilegal.
Lembaga perlindungan konsumen Amerika Serikat, Federal Trade Commission mengingatkan bahwa sebagian pelaku kejahatan digital memanfaatkan rasa penasaran korban. Modusnya dilakukan dengan membiarkan telepon dalam kondisi senyap agar penerima terpancing menelepon balik atau memberikan respons suara yang kemudian dapat disalahgunakan.
Meski demikian, tidak semua silent call berkaitan dengan tindak penipuan. Gangguan jaringan telekomunikasi juga dapat menyebabkan sambungan telepon tidak langsung mengeluarkan suara, terutama saat sinyal lemah atau terjadi keterlambatan koneksi antarpoperator. Biasanya kondisi tersebut hanya terjadi sesekali dan tidak berulang secara intens.
Masyarakat diimbau untuk tidak panik apabila menerima silent call. Pengguna disarankan tidak langsung menelepon balik nomor asing, tidak memberikan data pribadi, serta segera memblokir nomor yang dianggap mencurigakan. Pemanfaatan aplikasi identifikasi nomor dan fitur penyaring spam pada telepon seluler juga dinilai dapat membantu mengurangi risiko kejahatan digital.
Peningkatan literasi digital menjadi langkah penting di tengah maraknya modus komunikasi berbasis otomatis. Kewaspadaan sederhana, seperti mengenali pola panggilan mencurigakan dan membatasi penyebaran nomor telepon pribadi, dapat menjadi perlindungan awal agar masyarakat tidak menjadi korban penipuan digital. (Wiwik)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....