Penipuan Lowongan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia

  • 30 Apr 2026 18:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Sebuah unggahan dari akun Instagram "updatejob.idn" baru-baru ini menyebarkan informasi palsu terkait rekrutmen nasional 30.000 Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). Konten tersebut menyertakan tautan pendaftaran ilegal yang telah disukai ratusan kali dan dibagikan ulang oleh lebih dari 100 pengguna hingga akhir April 2026.


Dilansir dari website TurnBackHoax, Tim Pemeriksa Fakta Mafindo menemukan bahwa tautan dalam unggahan tersebut mengarah ke formulir digital yang mencurigakan. Calon pelamar diminta untuk mengisi data pribadi sensitif, mulai dari nama lengkap, alamat tinggal, hingga nomor akun Telegram.

Kementerian Koperasi Republik Indonesia melalui akun Instagram resminya telah memberikan klarifikasi bahwa informasi tersebut tidak benar. Pihak kementerian mengimbau masyarakat untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi dan melaporkan hal mencurigakan ke Call Center 1500-587.


Program SPPI sendiri merupakan inisiatif dari Kementerian Pertahanan yang dirancang untuk mengawasi program Makan Bergizi Gratis serta Koperasi Desa Merah Putih. Meskipun program ini nyata, proses pendaftarannya saat ini masih ditunda karena adanya koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Pemerintah secara resmi menjadwalkan bahwa rekrutmen tersebut baru akan dimulai pada Juni 2026 mendatang. Oleh karena itu, segala bentuk pendaftaran yang dibuka sebelum jadwal tersebut melalui jalur tidak resmi adalah ilegal.

Para pencari kerja diingatkan untuk tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak yang identitasnya tidak dapat dipertanggungjawabkan. Penipuan dengan modus rekrutmen ini sering kali memanfaatkan antusiasme masyarakat terhadap program strategis pemerintah untuk mengumpulkan data.

Berdasarkan fakta-fakta yang ditemukan, unggahan dari akun "updatejob.idn" tersebut secara resmi dikategorikan sebagai konten tiruan atau impostor content. Masyarakat diharapkan hanya memantau informasi rekrutmen melalui situs dan media sosial resmi instansi pemerintah terkait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....