Roti Mandarin Camilan Lembut dengan Cita Rasa Khas

  • 29 Apr 2026 08:28 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Roti mandarin merupakan salah satu jenis roti yang dikenal memiliki tekstur lembut dan rasa yang khas. Nama “mandarin” sering dikaitkan dengan pengaruh kuliner Tiongkok yang masuk ke berbagai daerah di Asia. Roti ini biasanya memiliki aroma harum yang menggugah selera.

Roti mandarin biasanya di beri selai nanas di sisi tengah. Banyak orang menyukai roti mandarin karena rasanya yang ringan dan tidak terlalu manis. "Rasa kue mandarin saat digigit sangat lembut”, ucap Rista salah satu penggemar roti mandarin.

Dalam proses pembuatannya, roti mandarin menggunakan bahan dasar seperti tepung terigu, ragi, gula, dan telur. Adonan diuleni hingga kalis agar menghasilkan tekstur yang empuk saat dipanggang. Beberapa variasi juga menambahkan susu untuk memperkaya rasa. Setelah itu, adonan didiamkan hingga mengembang sebelum masuk ke tahap pemanggangan.

Ciri khas roti mandarin terletak pada teksturnya yang halus dan sedikit berserat. Bagian dalam roti terasa lembut, sementara bagian luarnya memiliki warna keemasan yang menarik. Roti ini sering disajikan dalam bentuk bulat atau lonjong. Tidak jarang pula roti mandarin diberi isian seperti cokelat, kacang, atau selai.

Roti mandarin juga memiliki nilai budaya karena sering hadir dalam berbagai acara keluarga atau perayaan tertentu. Di beberapa daerah, roti ini dijadikan sebagai hidangan pelengkap saat berkumpul bersama. Kehadirannya menambah kehangatan suasana karena mudah dinikmati oleh semua kalangan. Selain itu, roti ini juga kerap dijadikan bekal praktis sehari-hari.

Dari segi gizi, roti mandarin mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sebagai sumber energi. Kandungan protein berasal dari telur dan susu yang digunakan dalam adonan. Meski demikian, konsumsi roti tetap perlu dibatasi agar tidak berlebihan. Kombinasi dengan makanan lain seperti buah dapat membuat asupan lebih seimbang.

Seiring perkembangan zaman, roti mandarin mengalami banyak inovasi dalam rasa dan bentuk. Kini tersedia berbagai varian modern yang mengikuti selera pasar. Beberapa produsen bahkan menambahkan topping unik untuk menarik minat konsumen. Hal ini membuat roti mandarin tetap eksis dan digemari hingga saat ini. ( Fara LPU)

Sumber:

  1. Syarbini, M. (2016). Teknologi Pengolahan Roti. Jakarta: Gramedia.

  2. Winarno, F.G. (2004). Kimia Pangan dan Gizi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

  3. Rahman, A. (2018). “Teknik Dasar Pembuatan Roti.” Jurnal Tata Boga Indonesia.

  4. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman Gizi Seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....