Pseudoscience dan Krisis Nalar Publik

  • 26 Apr 2026 22:09 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Maraknya video viral tentang konsumsi oli membuka diskusi lebih luas di masyarakat. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan terhadap pseudoscience.

Mengutip dari akun Instagram @prof.zulys, pseudoscience adalah klaim yang terlihat ilmiah namun tidak memiliki dasar bukti yang kuat. Dalam era digital, informasi semacam ini mudah menyebar tanpa verifikasi.

Banyak orang tergoda untuk percaya karena tampilan yang meyakinkan. Padahal, tidak semua yang terlihat “ilmiah” benar-benar didukung oleh penelitian.

Fenomena ini juga menunjukkan adanya krisis literasi sains di tengah masyarakat. Kurangnya pemahaman membuat sebagian orang sulit membedakan fakta dan opini.

Media sosial mempercepat penyebaran informasi tanpa filter. Konten viral sering kali dianggap sebagai kebenaran, meski belum tentu akurat.

Padahal, dampak dari mempercayai informasi keliru bisa sangat serius. Tidak hanya merugikan kesehatan individu, tetapi juga mempengaruhi cara berpikir kolektif.

Para ahli menekankan pentingnya membangun budaya berpikir kritis. Setiap informasi perlu diuji, diverifikasi, dan dipahami sebelum dipercaya.

Menjaga akal sehat menjadi bagian penting dalam menghadapi derasnya arus informasi. Ilmu pengetahuan harus dijadikan dasar dalam mengambil keputusan.

Fenomena ini menjadi peringatan bahwa ancaman terbesar bukan hanya zat berbahaya. Namun juga pola pikir yang mudah terpengaruh tanpa landasan ilmiah.

(Ridho Wicaksono)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....