Hoaks Video AI Pinjaman Online Koperasi Merah Putih

  • 26 Apr 2026 18:36 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Beredar sebuah unggahan video di media sosial Facebook yang mengeklaim adanya kemudahan pengajuan pinjaman melalui Koperasi Merah Putih. Video tersebut mencatut nama Purbaya Yudhi Sadewa dan mengarahkan masyarakat untuk menghubungi nomor WhatsApp tertentu di kolom biodata.

Unggahan yang dibagikan oleh akun "Koperasi Merah Putih" ini terpantau telah mendapatkan ratusan tanda suka dan puluhan komentar dari pengguna. Masyarakat diminta waspada karena narasi dalam video tersebut mengajak penonton untuk segera mengajukan pinjaman hanya dengan mengikuti akun dan mengirim pesan.

Dikutip dari laman resmi Turn Back Hoax, berdasarkan hasil analisis Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax), video tersebut dipastikan merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan atau AI. Menggunakan alat deteksi Hive Moderation, konten tersebut memiliki probabilitas rekayasa digital mencapai angka 99,4 persen.

Selain pemeriksaan video, penelusuran terhadap nomor WhatsApp yang tertera dalam unggahan juga dilakukan melalui aplikasi Getcontact. Hasilnya mengejutkan karena nomor tersebut telah ditandai oleh banyak pengguna dengan label "Penipu Koperasi".

Secara regulasi, tata cara pengajuan pinjaman pada Koperasi Merah Putih telah diatur secara resmi dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 49 Tahun 2025. Prosedur yang benar melibatkan pengajuan proposal rencana bisnis oleh ketua pengurus koperasi kepada bank, bukan melalui pesan singkat pribadi.

Proposal tersebut juga harus mendapatkan persetujuan dari pejabat daerah seperti Bupati, Wali Kota, atau Kepala Desa sebelum dinilai kelayakannya oleh pihak perbankan. Jika seluruh syarat terpenuhi dan dinyatakan layak, barulah dilakukan penandatanganan perjanjian pinjaman secara resmi antara kedua belah pihak.

Masyarakat diimbau untuk tidak mudah percaya pada tawaran pinjaman yang mengatasnamakan lembaga pemerintah atau koperasi melalui platform media sosial. Konten tiruan seperti ini sengaja dibuat oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi AI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....