Rahasia Simpan Telur Awet hingga 18 Bulan

  • 23 Apr 2026 16:01 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Telur menjadi salah satu bahan makanan yang mudah busuk jika tidak disimpan dengan benar. Teknik water glassing menjadi solusi yang kembali populer untuk mengawetkan telur dalam jangka panjang tanpa bantuan kulkas.

Teknik ini sering digunakan oleh peternak mandiri maupun kalangan prepper di luar negeri untuk menjaga stok telur saat produksi berlebih. Di Indonesia teknik ini belum umum diterapkan karena ayam bertelur sepanjang tahun. Berbeda dengan negara empat musim, terutama saat musim dingin produksi telur menurun drastis, sehingga teknik ini sangat cocok untuk digunakan.

Mengutip dari unggahan Instagram @tami_andrenari, prinsip utama water glassing adalah merendam telur dalam larutan kapur sirih atau kalsium hidroksida (calcium hydroxide). Larutan ini berfungsi menciptakan pelindung tambahan pada cangkang telur dengan cara menutup pori-porinya.

Selain itu, sifat basa dari kapur sirih dapat membantu menghambat pertumbuhan bakteri, menjaga kelembaban di dalam telur, serta memperlambat proses pembusukan. Dengan teknik yang tepat, telur dapat bertahan hingga 12-18 bulan tergantung kondisi penyimpanannya.

Pemilihan telur menjadi langkah awal yang sangat penting. Gunakan telur yang benar-benar segar dan hindari untuk mencuci telur dengan air, cukup dilap jika ada kotoran. Hal ini karena telur memiliki lapisan pelindung alami yang disebut kutikula atau bloom. Lapisan ini berfungsi menutup pori-pori cangkang sehingga mencegah masuknya bakteri seperti salmonella. Jika telur dicuci, lapisan tersebut akan hilang, membuat telur rentan terhadap kontaminasi dan mempercepat kerusakan pada telur.

Setelah telur siap, susun dalam wadah atau toples bersih dengan posisi bagian lancip menghadap ke bawah. Selanjutnya, siapkan larutan kapur sirih dengan perbandingan sekitar 25-30 gram untuk setiap 1 liter air.

Aduk hingga larut sempurna, lalu tuangkan ke dalam toples hingga seluruh telur terendam. Pastikan tidak ada bagian telur yang terbuka dari larutan. Tutup wadah dengan rapat, beri label tanggal pembuatan, dan simpan di tempat yang sejuk serta minim cahaya.

Dalam penggunaannya, telur dapat diambil kapan saja sesuai kebutuhan tanpa harus mengganti larutan. Cukup ambil langsung dari dalam toples, dengan catatan telur yang tersisa tetap terendam sepenuhnya. Endapan pada larutan adalah hal yang wajar dan tidak perlu diaduk atau diguncang. Stabilitas larutan justru membantu menjaga kualitas telur selama masa penyimpanan.

Teknik water glassing ini membuktikan bahwa teknik tradisional dan sederhana dapat menjadi solusi efektif untuk pengawetan jangka panjang di era modern ini. Selain untuk mengurangi pemborosan, teknik ini juga memberikan alternatif penyimpanan tanpa ketergantungan listrik. Dengan mengikuti langkah yang tepat, siapapun dapat menerapkan teknik ini sebagai strategi praktis menjaga ketersediaan telur di rumah.

(Yogi Tripriyanto/Penyiar)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....