Ikan Sapu-Sapu Bisa Dimakan, tapi Berisiko Bahaya
- 28 Mar 2026 18:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Ikan sapu-sapu yang selama ini dikenal sebagai “ikan pembersih” ternyata menyimpan dua sisi yang kontras. Selain berpotensi merusak ekosistem perairan, ikan ini juga bisa dikonsumsi, namun berisiko membahayakan kesehatan jika berasal dari lingkungan tercemar.
Ikan sapu-sapu (Pterygoplichthys spp.) merupakan spesies invasif asal Amerika Selatan yang kini banyak ditemukan di perairan Indonesia. Tanpa predator alami, populasinya berkembang pesat dan mendominasi habitat, sehingga mengancam keberadaan ikan lokal.
Kemampuannya bertahan di air kotor membuat ikan ini semakin sulit dikendalikan. Bahkan, aktivitasnya menggali dasar perairan dapat meningkatkan kekeruhan air, merusak ekosistem, hingga mempercepat pendangkalan sungai.
Namun di sisi lain, ikan sapu-sapu sebenarnya memiliki kandungan gizi yang cukup baik jika berasal dari sumber yang bersih. Dagingnya mengandung protein, omega-3, vitamin D, serta mineral penting seperti kalsium dan fosfor.
Meski demikian, risiko kesehatan menjadi perhatian utama. Ikan yang hidup di perairan tercemar berpotensi mengandung logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium yang berbahaya bagi tubuh.
Mengutip dari Halodoc.com , ikan sapu-sapu aman dikonsumsi hanya jika berasal dari perairan bersih atau hasil budidaya. Jika tidak yakin dengan sumber ikan sapu-sapu, sebaiknya hindari konsumsi untuk mencegah risiko kesehatan yang tidak diinginkan.
Zat berbahaya yang terakumulasi pada ikan dari air tercemar dapat memicu gangguan serius, mulai dari kerusakan saraf, gangguan ginjal, hingga risiko kanker dalam jangka panjang. Karena itu, masyarakat diimbau tidak sembarangan mengonsumsi ikan sapu-sapu yang ditangkap dari sungai atau danau yang kualitas airnya tidak terjamin.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa spesies yang tampak bermanfaat belum tentu aman. Selain menjaga ekosistem perairan, kehati-hatian dalam memilih sumber pangan juga menjadi kunci untuk melindungi kesehatan. (Hil)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....