Waspada Penipuan Toko Baju Viral Menjelang Lebaran
- 10 Mar 2026 10:38 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Fenomena toko baju online palsu di media sosial semakin marak apalagi menjelang Lebaran, ketika permintaan meningkat tajam. Kondisi ini menjadi celah yang dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan dengan menyamar sebagai penjual terpercaya. Akun-akun tersebut sering kali memiliki jumlah pengikut hingga ratusan ribu bahkan jutaan. Namun di balik tampilan profesional itu, terdapat sejumlah tanda yang patut diwaspadai oleh calon pembeli.
Salah seorang pengguna Threads dengan akun @haniaazari, membagikan pengalaman dan kersehannya mengenai fenomena ini. Cerita awal, kakaknya sangat tertarik dengan koleksi pakaian yang ada pada sebuah akun. Namun setelah melakukan pengecekan lebih lanjut, ia menemukan kejanggalan yang mengindikasikan bahwa akun tersebut bukanlah penjual asli dari produk yang dipromosikan.
Ia menemukan beberapa indikasi yang mencurigakan mengenai akun toko baju online penipu. Jumlah pengikut yang mencapai lebih dari satu juta, tetapi kolom komentarnya dibatasi atau bahkan ditutup. Kondisi ini membuat calon pembeli tidak bisa melihat interaksi asli dari pelanggan sebelumnya. Padahal biasanya toko online yang terpercaya membuka ruang komentar untuk menampilkan testimoni pelanggan.
Selain itu akun tersebut hanya melayani pemesanan melalui WhatsApp tanpa menyertakan website resmi, katalog, ataupun toko yang ada di marketplace. Hal ini dianggap sebagai tanda bahaya karena biasanya brand besar dengan koleksi menarik umumnya memiliki berbagai kanal penjualan. Kehadiran toko di marketplace biasanya menjadi andalan bagi pembeli untuk menghindari penipuan karena biasanya memberikan perlindungan transaksi.
Kecurigaan juga muncul dari penggunaan label "owner by" yang dicantumkan dalam profil. Taktik ini seringkali dipakai untuk membangun kesan bahwa toko tersebut dikelola secara profesional oleh pemilik yang jelas. Namun ketika akun yang diklaim sebagai pemilik dibuka, kolom komentarnya juga dibatasi yang membuat calon pembeli menjadi bingung.
Indikasi lain dari potensi penipuan adalah kualitas foto atau video produk yang terlihat buram. Konten tersebut diduga diambil dari postingan orang lain melalui tangkapan layar atau rekaman ulang. Beberapa foto bahkan terlihat dipotong atau diperbesar agar nama akun asli dari pemilik konten tidak terlihat. Ketersediaan stok yang terlihat melimpah tanpa adanya sistem antrean atau rebutan juga patut menjadi perhatian bagi calon pembeli, biasanya toko yang menjual produk populer memiliki stok yang terbatas.
Kasus seperti ini menunjukkan bahwa akun toko palsu bisa dengan mudah menjangkau banyak orang, bahkan sampai memasang iklan dan membeli tanda verifikasi / centang biru. Oleh karena itu, calon pembeli disarankan untuk selalu melakukan pengecekan mendalam sebelum bertransaksi. Memastikan keberadaan toko di marketplace, mengecek keaslian foto produk, serta membaca ulasan pelanggan dapat menjadi langkah penting untuk menghindari penipuan saat berbelanja online.
(Yogi Tripriyanto/Penyiar)