Cat Tembok Masih Baru, tapi Jamurnya Sudah Datang

  • 09 Mar 2026 10:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Bangunan baru biasanya identik dengan tampilan bersih dan segar. Tapi kenyataannya, tidak sedikit gedung atau rumah yang baru selesai dibangun justru sudah dipenuhi bintik jamur di dindingnya.

Catnya masih terlihat baru, namun tampilannya sudah mulai kusam dan mengurangi nilai estetika bangunan. Fenomena ini umumnya terjadi karena kelembapan tinggi, ventilasi yang buruk, atau adanya kebocoran pada bangunan.

Jamur mudah tumbuh di tempat yang lembap dan minim sirkulasi udara, sehingga spora jamur bisa menempel dan berkembang di permukaan dinding yang baru dicat. Kondisi tersebut membuat dinding cepat terlihat kotor dan tampak lebih tua dari usia bangunannya, dikutip dari berbagai literatur kesehatan lingkungan di Indonesia.

Masalahnya bukan hanya soal tampilan. Jamur pada dinding juga dapat berdampak pada kesehatan penghuni bangunan. Spora jamur yang beterbangan di udara dapat memicu alergi, batuk, iritasi saluran pernapasan, hingga memperparah penyakit asma jika terhirup dalam waktu lama. Dikutip dari sumber kesehatan nasional, paparan jamur di rumah dapat memicu gangguan pada hidung, tenggorokan, dan paru-paru.

Karena itu, mencegah jamur jauh lebih penting daripada sekadar mengecat ulang dinding. Pastikan bangunan memiliki ventilasi yang baik, segera perbaiki kebocoran air, dan jaga kelembapan ruangan agar tidak terlalu tinggi. Dengan perawatan sederhana ini, bangunan baru bisa tetap terlihat bersih, sehat, dan nyaman untuk ditempati dalam jangka panjang. (Barista_LPU)

Referensi:

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia dan berbagai literatur kesehatan lingkungan di Indonesia.
  2. Kesehatan tentang dampak jamur pada bangunan dan kesehatan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....