BAZNAS RI Bersama Seniman Eling Gusti Gelar Pesantren Marjinal

  • 08 Mar 2026 04:26 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (BAZNAS RI) berkolaborasi bersama Yayasan Seniman Eling Gusti menggelar Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan dengan slogan Pesantren Jalan Cahaya di Masjid Raya Fatimah Surakarta pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Pesantren Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan ini diikuti 100 peserta dari kalangan seniman, komunitas punk, eks preman, serta penyandang tuna netra di wilayah Solo Raya.

Ditemui di acara, Ketua Yayasan Seniman Eling Gusti, Ikhsan Adi Kurniawan, mengatakan kegiatan ini bertujuan memberi ruang bagi kelompok marjinal, agar dapat belajar dan memperdalam nilai-nilai agama terutama di bulan Ramadan.

"Kenapa diambil teman-teman marjinal, karena diwaktu-waktu biasa itu teman-teman marjinal jarang sekali mendapatkan tempat untuk bisa belajar agama khususnya. Nah momen di Ramadan ini kita pakai untuk teman-teman marjinal setidaknya mendapatkan asupan ilmu terkait Islam hingga iman," kata Ikhsan Adi Kurniawan.

Lebih lanjut, Ikhsan Adi Kurniawan berharap dengan adanya acara ini, bisa membuat para kelompok marjinal untuk berkomitmen agar terus berbuat lebih baik.

"Harapannya ketika beliau-beliau itu mengikuti kegiatan ini, kita semua bisa berkomitmen agar ke depan kita bisa berbuat lebih baik dari sebelumnya," katanya menambahkan.

Pesantren Pesantren Marjinal Cahaya Ramadan juga merupakan program nasional Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang tahun ini digelar di 20 Kabupaten Kota di Indonesia. Program ini secara khusus menyasar kelompok masyarakat rentan agar dapat merasakan suasana Ramadan secara lebih bermakna.

Sementara itu, Muhammad Reno Fathur Rahman, Divisi Pendidikan Dakwah Badan Amil Zakat Nasional Republik Indonesia (Baznas RI) menjelaskan program ini menjadi bentuk penyaluran amanah zakat untuk kegiatan sosial dan pembinaan spiritual masyarakat yang dikhususkan empat kelompok.

"Kami di pesantren marjinal ini mengkhususkan empat kelompok, pertama kelompok anak jalanan terdiri dari pengemis dan pengamen. Kemudian kedua adalah anak punk dan preman, ketiga penyandang disabilitas dari tunanetra, daksa, grahita dan laras serta keempat komunitas rentan," ucap Muhammad Reno Fathur Rahman.

Ditambahkan Muhammad Reno Fathur Rahman, kegiatan pesantren ini diadakan sebagai bentuk menyalurkan amanah dari pada muzaki yang menitipkan zakatnya untuk disalurkan menjadi beberapa program Ramadan.

"Ini merupakan sebuah program yang mana kami menyalurkan amanah para muzaki yang menitipkan zakatnya di Badan Amil Zakat Nasional, yang mana akhirnya disalurkan menjadi beberapa program Ramadan," ucapnya menambahkan.

Program yang ada di 20 Kabupaten Kota ini menggunakan dana zakat dengan asnaf fisabilillah sebesar Rp750 juta. Acara sendiri akan berjalan selama dua hari dari 7-8 Maret 2026.

Para peserta yang terdaftar akan mengikuti rangkaian kegiatan mulai dari kajian keislaman, buka puasa bersama, salat tarawih hingga pertunjukan seni bernuansa dakwah. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan dan pembinaan spiritual dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. (JK)

Rekomendasi Berita