Dukung Toleransi Beragama, Wawali Solo Hadiri Perayaan Imlek MAKIN

  • 03 Mar 2026 01:56 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dalam mendukung toleransi beragama di Kota Solo, Wakil Wali Kota (Wawali) Astrid Widayani menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang digelar Majelis Agama Konghucu Indonesia (MAKIN) Kota Solo bersama Yayasan Tripusaka Indonesia di Wisma Boga Solo Baru pada Senin, 2 Maret 2026.

Acara dihadiri beberapa tokoh antara lain Ketua MAKIN Kota Solo Henry Susanto, Ketua FKUB Kota Surakarta Mashuri, Kepala Kementerian Agama Kota Surakarta Ahmad Ulin Nur Hafsun, serta Ketua Panitia Cynthia Rosaline.

Ditemui pasca mengikuti acara, Wawali Solo Astrid Widayani mengatakan kehadirannya sebagai wujud nyata komitmen Kota Bengawan dalam merawat keberagaman dan toleransi yang selalu dijunjung tinggi masyarakat Kota Solo.

"Hari ini kami menghadiri kegiatan keluarga Konghucu di Kota Surakarta yang merayakan Imlek. Ini menjadi wujud bahwa Kota Solo adalah kota toleransi, kota yang merayakan keberagaman dalam suasana yang sangat kekeluargaan, saling menghormati antarumat beragama," kata Astrid Widayani.

Dalam acara ini juga, Astrid menyinggung Solo menjadi satu dari delapan kota di Indonesia yang diundang dalam perayaan Imlek nasional 2026. Hal itu bukan sebagai perayaan biasa tetapi bagaimana menjaga harmoni dan keberagaman.

"Kami bangga Solo dipercaya mewakili dan tampil di tingkat nasional. Ini bukan hanya soal perayaan, tetapi tentang bagaimana Solo terus menjaga harmoni dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan," katanya menambahkan.

Wakil Wali Kota juga menegaskan Pemerintah Kota terus mendukung berbagai kegiatan lintas budaya dan lintas agama yang diadakan di Kota Bengawan khususnya, sebagai bagian dari upaya menjaga Solo sebagai kota yang inklusif.

Sementara itu, Ketua Panitia acara ramah tamah Imlek, Cynthia Rosaline menjelaskan acara ramah tamah dan pentas kesenian ini merupakan agenda tahunan yang selalu digelar untuk mempererat persaudaraan.

"Acara ini memang rutin kami adakan setiap tahun dalam rangka kemeriahan Imlek. Tujuannya untuk menjaga kebersamaan dan silaturahmi. Harapan kami sederhana, yang penting kita rukun, damai, dan bersama seperti ini," ucap Cynthia Rosaline.

Cynthia menambahkan, dalam perayaan kali ini ditampilkan berbagai pertunjukan seni dari anak-anak sekolah, yayasan, hingga sanggar barongsai dan liong, sebagai bentuk pelestarian budaya.

Melalui kegiatan ramah tamah dan pentas kesenian Imlek ini, panitia dan pemerintah berharap semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan masyarakat dapat terus terjaga dengan baik. (JK)

Rekomendasi Berita