Kunjungi Rumah Duka Petugas TPA Putri Cempo, Respati Sampaikan Belasungkawa
- 02 Mar 2026 18:58 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mendatangi rumah duka Almarhum Edy Saputra di Watugajah, RW 06 Karanganyar, korban kecelakaan kerja petugas pengelola sampah di kawasan TPA Putri Cempo, pada Senin, 2 Maret 2026.
Kunjungan ini dilakukan Respati Ardi untuk menyampaikan belasungkawa sedalam dalamnya secara langsung kepada pihak keluarga korban.
Ditemui dilokasi rumah duka, Respati Ardi menyampaikan rasa duka mendalam atas peristiwa kecelakaan kerja yang menimpa petugas Almarhum Edy Saputra. Dirinya berharap kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.
“Kami turut berdukacita dan sangat menyesalkan apa yang terjadi. Ini menjadi pelajaran penting supaya ke depan bisa lebih berhati-hati lagi," kata Respati Ardi.
Lebih lanjut, Wali Kota Solo mendoakan pihak keluarga bisa diberikan ketabahan atas kejadian yang terjadi. Respati juga berharap perusahaan yang mengelola TPA Putri Cempo bisa memberikan hak-hak korban yang pernah menjadi pegawainya.
"Semoga keluarga diberi ketabahan dan almarhum, karena meninggal saat bekerja, Insyaallah diterima di sisi-Nya. Kami juga berharap hak-hak korban, termasuk jaminan ketenagakerjaan, bisa diberikan,” katanya menambahkan.
Selian menjamin hak korban, Respati menyampaikan juga bahwa Pemerintah Kota akan membantu pembiayaan hingga lulus bagi adik korban yang saat ini masih duduk di bangku kelas X Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah 1 Gondangrejo, Karanganyar.
Atas kejadian ini, Pemerintah Kota mendorong evaluasi standar operasional prosedur atau SOP keselamatan kerja di area pengolahan sampah, khususnya pada operasional mesin, agar perlindungan terhadap para pekerja lebih maksimal.
Sementara itu, paman korban, Paino menceritakan bahwa sebelum kejadian, korban sempat diminta untuk beristirahat dan tidak masuk kerja untuk membantu kakaknya.
“Sebenarnya kemarin sudah saya minta untuk libur dulu, bantu kakaknya karena istrinya mau melahirkan. Tapi tidak tahu kenapa malah masuk kerja. Tahu-tahu kami dapat kabar kalau anak itu masuk mesin. Saya benar-benar tidak kuat menahan tangis,” ucap Paino.
Pihak keluarga juga menjelaskan, korban telah bekerja sebagai petugas di lokasi pengolahan sampah TPA Putri Cempo selama kurang lebih tiga tahun. Saat kejadian, korban diketahui sedang bertugas sebagai petugas pemilah sampah.
Kunjungan Wali Kota Surakarta ke rumah duka ini sekaligus menjadi bentuk perhatian Pemerintah Kota Surakarta terhadap keselamatan kerja para petugas kebersihan dan pengelola sampah, yang setiap hari bekerja di lapangan dengan risiko tinggi. (JK)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....