Bertemu Titiek Soeharto, Respati Paparkan Strategi Pendidikan di Solo
- 02 Mar 2026 01:47 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Wali Kota Solo, Respati Ardi hadiri peresmian Patung Soeharto di Mako Brigif 6/TSB/2 Kostrad pada Minggu, 1 Maret 2026 bersama Titiek Soeharto dan Kepala Dinas Pendidikan, Dwi Ariyatno.
Tidak hanya pertemuan dalam peresmian patung Soeharto saja, di hadapan Titiek Soeharto yang dikenal dengan Ibunda Guru Indonesia, Respati Ardi juga menyempatkan untuk memaparkan strategi pendidikan Kota Solo yang berfokus pada penguatan Sekolah Unggulan berbasis kompetensi guru dan pelajar.
Program pendidikan ini juga diarahkan untuk membuka peluang beasiswa bagi murid ke sekolah unggulan hingga keluar negeri. Respati juga berharap program ini menjadi fasilitas warga Solo dan Solo Raya yang memiliki prestasi unggulan.
"Kami usulkan untuk sekolah program khusus kebangsaan ini ada di SMP 24 dan 25 yang ada di Kota Barat. Kedua SMP ini cukup strategis di tengah kota dan menjadi rujukan murid-murid yang sudah saya cek tidak hanya warga Solo bahkan menjadi tujuan sekolah warga Solo Raya. Harapannya ini nanti bisa memfasilitas warga Solo dan Solo Raya yang memiliki prestasi unggulan," kata Respati Ardi.
Niat baik ini dikatakan Respati Ardi mendapatkan respon positif dari Titiek Soeharto. Menurutnya Ibunda Guru Indonesia tersebut berharap ada komunikasi lebih lanjut dalam forum terkait program yang dirancang.
"Beliau (Titiek Soeharto) menyampaikan setuju dengan hal tersebut dan ingin membahas lebih lanjut di forum lebih baik. Dan kami akan segera berkomunikasi intens melalui Dinas Pendidikan dan PGRI serta bu Titiek," katanya menambahkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Solo, Dwi Ariyatno menjelaskan, Program Sekolah Unggulan ini rencananya akan direalisasikan tahun ini pada bulan Juni atau masuk pada tahun ajaran baru.
"Intinya pak Wali ingin mencari anak-anak potensial dengan kecerdasan yang harapannya nanti akan diberikan untuk disekolahkan program khusus. Karena di dalam program khusus nanti akan disiapkan metode-metode yang paling tepat untuk mengasah potensi mereka. Jadi memang basisnya potensi anak," ucap Dwi Ariyatno.
Lebih lanjut, Dwi Ariyatno juga menambahkan bahwa targetnya adalah anak-anak di Kota Solo ataupun Solo Raya mempunyai daya saing di tingkat internasional.
"Targetnya adalah mempunyai daya saing di tingkat internasional. Kalau tadi levelnya adalah ASEAN Scholarship jadi ditingkat global atau internasional, bersaing di Scholarship ASEAN," ucapnya menambahkan.
Program ini juga difokuskan kepada kelompok menengah ke bawah. Karena memang kelompok tersebut harus mempunyai hak sama dalam memiliki potensi khusus dan bisa mendapatkan kesempatan untuk mengasah metode yang khusus agar memiliki daya saing. (JK)