Duka Pers Karanganyar, Wartawan Senior Joko Dwi Hastanto Tutup Usia

  • 18 Feb 2026 22:15 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Karanganyar - Dunia pers Kabupaten Karanganyar kehilangan salah satu insan terbaiknya. Wartawan senior, H. Joko Dwi Hastanto (61), meninggal dunia pada Rabu 18 Februari 2026 sekitar pukul 03.00 WIB. Almarhum mengembuskan napas terakhir dalam perawatan di RSUD Dr. Moewardi Solo, setelah sebelumnya sempat dirawat di RS PKU Karanganyar akibat penurunan kondisi kesehatan.

Wafatnya mantan jurnalis Suara Merdeka yang kini bernaung di Suluh Media Online (Smol.id) ini memicu duka mendalam bagi pimpinan daerah. Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, rela memacu kendaraannya dari Yogyakarta begitu mendengar kabar duka tersebut demi memberikan penghormatan terakhir di rumah duka.

“Saya tadi langsung ke sini. Mobil saya pacu agar bisa datang dan bertakziah,” ujar Wakil Bupati Karanganyar, Adhe Eliana, dengan mata berkaca-kaca di Perum Griya Mukti Sejahtera, Jaten, Rabu 18 Februari 2026.

Bupati Karanganyar, Rober Christanto, yang hadir menyolatkan jenazah bersama pejabat setempat, memberikan kesaksian atas integritas almarhum. Menurut Bupati, Joko Dwi Hastanto adalah sosok yang konsisten menunjukkan dedikasi tinggi selama puluhan tahun meliput berbagai peristiwa di Bumi Intanpari.

“Atas nama pribadi dan Pemkab Karanganyar, kami menyampaikan bela sungkawa dan ikut berduka atas meninggalnya almarhum. Beliau orang baik selama bertugas sebagai wartawan di Karanganyar,” kata Bupati.

Ketua Forum Jurnalis Karanganyar (FJK), Argadiraksa, menyebut almarhum sebagai pejuang jurnalisme sejati. Meski telah pensiun dari media cetak dan sempat jatuh sakit, Joko dikenal tetap produktif berkarya. Arga juga menyoroti kemampuan unik almarhum yang mampu menulis berita tajam hanya dengan mengandalkan daya ingat tanpa bantuan alat rekam.

“Pak Joko itu punya daya ingat luar biasa. Saat wartawan lain mengandalkan catatan atau alat perekam, beliau cukup mengingat detail peristiwa, lalu merangkainya menjadi berita yang utuh dan tajam. Beliau pribadi yang baik, humoris, dan selalu mengingatkan kebaikan,” ujar Arga.

Almarhum Joko Dwi Hastanto memiliki riwayat perjalanan karier yang inspiratif, di mana ia pernah melepas status Aparatur Sipil Negara (PNS) dan profesi dosen di Surabaya demi panggilan jiwa menjadi wartawan. Ketulusannya membawa almarhum menjalin kedekatan dengan tokoh besar seperti Ki Manteb Sudarsono hingga melakukan peliputan ke luar negeri.

Setelah disalatkan di Masjid Ukhwah Jaten, jenazah almarhum diberangkatkan menuju kampung halamannya di Kecamatan Gemolong, Kabupaten Sragen, untuk dimakamkan. Almarhum meninggalkan seorang istri, anak, dan cucu, serta warisan keteladanan bagi seluruh insan pers di Karanganyar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....