Relawan Mandiri Rawat Orang Terlantar Kronis

  • 09 Feb 2026 11:38 WIB
  •  Surakarta

RI.CO.ID, Surakarta – Berawal dari motivasi yang kuat dan niat dari diri sendiri yang kemudian timbul karena keprihatinan di masyarakat adanya sebagian masyarakat yang terlantar belum tertangani dan belum tersentuh oleh pemerintah bahkan tetangganya saja tidak tau ada orang sakit disekitarnya, membuat Titik Budi Rahayu warga  Desa Jongkare, Kecamatan Karanganom Kabupaten Klaten menjadi relawan mandiri.

Menurut Titik, pasien yang dirawat dirumahnya pasien-pasien terlantar yang kondisinya sangat berat yang kategori kondisinya 100% tergantung kepada orang lain seperti strok berat yang sudah tidak  bisa apa-apa sehingga harus  memandikan, menyuapin, ganti pempes bahkan 24 jam mereka (pasien) tergantung orang lain.

“Jadi bahkan pasien-pasien berat yang orang lain sudah jijik ibaratnya ya tapi karena kita sudah niat kita tidak ada jijik, tetap kita rangkul kita peluk dia gitu,”  Titik Budi Rahayu mengisahkan.

Selain ingin mendedikasikan diri dari sisi kemanusiaan kepada orang terlantar, juga tidak terlepas adanya kerinduan terhadap orang tuanya yang pernah dirawat dan saat ini telah tiada.

 “Seperti seolah-olah saya ini merawat kedua orang tua saya, jadi itu kebutuhan pribadi duli gitu ya. Ya kepingin pahalanya juga mengalir kepada orang tua saya dan saya merasa belum tutuk (selesai) merawat kedua orang tua saya gitu ya,” ungkap Titik Budi Rahayu, Senin, 9 Februari 2026.

Tidak mendirikan sebuah yayasan untuk mengurus orang terlantar alasan Titik Budi Rahayu, mendirikan sebuah yayasan regulasinya  dan persyaratannya rumit.

“Sementara saya dengan kemandirian inikan terbatas. Untuk menggalang atau mengumpumpulkan yang satu frekuensi, orang-oranf menjadi relawan ini dituntut totalitas dan mohon maaf tidak ada bayaran jadi orang-orang tidak terlalu tertarik dibidang ini. Kerelawanan saya ini memang pingin totalitas jadi bukan sekedar mendampingi di rumah sakit, mendorong kursi roda. Tetapi mereka meraka saya drangkul, saya peluk mereka saya rawat seperti mereka seperti saya merawat orang tua saya dirumah,” Titik Budi Rahayu menurutnya.

Kategori pasien terlantar yang ditanganinya kata Titik Budi Rahayu, meraka tidak ada keluarga, jikapun ada keluarga mereka sudah tidak sanggup secara materi maupun maupun tenaga secara totalitas untuk merawat,” pungkasnya.

 

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....