Pesona Lukisan Gua Tertua Didunia ada di Indonesia

  • 04 Feb 2026 08:49 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Lukisan gua tertua yang diketahui di dunia saat ini ditemukan di Sulawesi, Indonesia, dengan perkiraan usia antara 67. 800 tahun dan 51. 200 tahun. Berdasarkan laporan dari @Goodstat, penemuan seni cadas yang berusia 67. 800 tahun di Pulau Muna membuat Indonesia melewati rekor Eropa sekitar 3. 800 tahun, sehingga memindahkan pusat awal seni manusia modern ke wilayah Asia Tenggara.

Karya seni ini berada di Gua Metanduno yang terletak di Desa Liangkabhori, Pulau Muna, Sulawesi Tenggara, yang telah menjadi objek wisata penting untuk situs purbakala. Para pengunjung datang ke gua tersebut untuk menikmati lukisan dinding dari zaman prasejarah.

Dalam bahasa Muna, "Metanduno" memiliki arti "menyeruduk" atau sebuah tindakan menyerang dengan menggunakan tanduk. Nama ini diberikan karena banyak terdapat lukisan hewan bertanduk di lokasi tersebut.

Di gua ini, para peneliti dari Indonesia dan Australia menemukan lukisan cadas paling tua di dunia yang diperkirakan berusia setidaknya 67. 800 tahun, yang berarti sekitar 1. 100 tahun lebih tua daripada lukisan yang sebelumnya dianggap tertua di Spanyol. Penelitian ini juga menguatkan teori bahwa nenek moyang kita, Homo sapiens, telah tiba di daratan Australia-Papua Nugini, atau Sahul, sekitar 15. 000 tahun lebih awal daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Penemuan BRIN di Sulawesi Tenggara ini juga memberikan bukti kuat bahwa manusia telah melakukan pelayaran dan menciptakan budaya simbolik hampir 70 ribu tahun yang lalu. Penemuan ini mencakup kisah naratif tentang babi dan jejak tangan yang ditemukan di area kars seperti di Gua Metanduno (Sulawesi Tenggara) dan Leang Karampuang (Sulawesi Selatan). Penemuan ini juga mengubah narasi tentang seni prasejarah dari Eropa ke Nusantara.

Lukisan jejak tangan di Gua Metanduno dibuat dengan menggunakan teknik semprot. Dalam proses ini, seniman prasejarah menempelkan telapak tangan mereka ke dinding gua dan menyemprotkan pigmen dengan mulut, sehingga ketika tangan diangkat, terbentuklah garis luar telapak tangan dan jari-jarinya.

Namun yang menarik, seniman itu tidak berhenti sampai di situ. Bentuk jari tangan tersebut kemudian diubah menjadi lebih ramping dan panjang, sehingga jari-jari tersebut tampak seperti cakar. Ini merupakan sebuah transformasi kreatif yang luar biasa.

( Syurie Ariandani )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....