Rahasia Parenting Jadul: Mendampingi Remaja Tanpa Adu Emosi

  • 30 Des 2025 18:34 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Benarkah mendidik remaja zaman sekarang jauh lebih sulit, atau jangan-jangan kita hanya lupa pada cara-cara sederhana yang dilakukan orang tua zaman dulu? Meski teknologi terus berkembang, urusan hati dan pengasuhan ternyata punya rumus abadi yang seringkali terlupakan di tengah riuhnya gaya hidup modern.

Ning Kristiana, S.Psi, S.PdAud., Kepala Sekolah Rumah Anak Darussalam, Pabelan, Kartasura, mengingatkan bahwa kunci menghadapi gejolak remaja bukan pada adu kekuatan, melainkan kesabaran yang lapang. Ia juga menekankan pentingnya orang tua menjadi peredam di masa transisi tersebut.

"Masa remaja itu biasanya emosi anak meluap-luap. Sabar, jangan imbangi yang keras dengan yang keras. Biasanya saat anak sudah kelas 2 atau 3 SMA, badai emosinya akan mulai mereda," ucap Ning kepada RRI (30/12/2025).

Untuk menerjemahkan kesabaran tersebut ke dalam tindakan nyata, Ning Kristiana membagikan beberapa kiat praktis pengasuhan yang bisa diterapkan orang tua agar hubungan dengan anak remaja tetap harmonis:

1. Menjaga harga diri anak dengan tidak memberikan nasihat atau teguran di hadapan teman-temannya, karena bagi remaja, pengakuan dari lingkungan sebayanya sangat berarti.

2. Menjadikan meja makan sebagai zona damai dengan tidak memarahi anak saat mereka sedang makan, melainkan menemani mereka dan menunda obrolan serius hingga suasana lebih tenang.

3. Menciptakan waktu berkualitas melalui kebiasaan santai seperti menonton TV bersama sambil memberikan pijatan ringan dan saling curhat, yang akan membangun perasaan bahwa rumah adalah tempat teraman untuk berpulang.

4. Membangun kepercayaan melalui sentuhan fisik sederhana, seperti menepuk atau mengelus punggung saat sedang mengobrol, agar anak merasa lebih dihargai dan memiliki sandaran emosional.

5. Menanamkan memori rasa dengan menguasai setidaknya satu jenis masakan kesukaan anak, sehingga ke mana pun mereka melangkah, akan selalu ada rasa rindu yang menarik mereka kembali ke pelukan keluarga.

Melalui pendekatan yang menyentuh sisi emosional ini, orang tua tidak perlu merasa terbebani oleh standar modern yang rumit. Pasalnya terkadang sentuhan kasih sayang yang konsisten jauh lebih ampuh daripada kata-kata yang keras. (Dinar Rusydiana)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....