Habitat Semut Rangrang beserta Manfaatnya

  • 22 Okt 2025 08:06 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Semut rangrang atau dikenal dengan oechophyllasmaragdina dalam nama ilmiahnya merupakan salah satu jenis semut arboreal (yang hidup dipepohonan) yang memiliki banyak keunikan dan manfaat.

Dikutip dari idntimes semut ini dengan ciri-ciri warna tubuh yang mencolok, lebih ke warna merah-kekuningan atau merah-kehijauan. Dan ukurannya cukup lebih besar darpada semut pada umumnya, hidup dalam koloni besar, dan mempunyai pembagian tugas dalam kehidupan sehari-hari (ratu, pekerja, jantan).

Semut rangrang hidup utamanya dipepohonan (arboreal), dan bisa kita temukan dipohon mangga, jambu, daun lebar, dan ranting-ranting pohon lainnya. Sebaran geografisnya cukup luas, meliputi Asia Tenggara, India, Malaysia, Filipina, Australia hingga Papua Nugini.

Semut rangrang juga dikenal sebagai “weaver ant” karena mereka membangun sarang dengan cara menjahit daun-daun dengan menggunakan sutra larva mereka. Satu koloni semut rangrang bisa berisi hingga ratusan ribu individu, dan koloninya bisa bertahan hingga beberapa tahun tergantung kondisi.

Semut rangrang sangat aktif dalam berburu dan mempertahankan wilayahnya, mereka memakan serangga eperti ulat, belalang yang menyerang pohon-buah atau tumbuhan tanaman. Oleh karena itu mereka sering dimanfaatkan sebagai pengendali hama secara alami.

Dikutip dari p2mal.co.id ternyata semut rangrang memiliki manfaat bagi manusia, diantaranya: Membantu menjaga kesehatan tanaman dengan memangsa hama tanaman. Selain itu membantu dekomposisi dan membersihkan sisa-sisa organik dipohon.

Telur dan larva semut rangrang digunakan sebagai pakan burung dan umpan memancing karena kandungan nutrisinya yang baik. Budidaya semut rangrang dan kroto telah menjadi salah satu usaha ekonomi di Indonesia.

Selain itu karena karakteristik mereka sebagai pengendali hama, semut ini juga dimanfaatkan manusia untuk menjadi alternatif alami dalam pertanian dalam pertanian berkelanjutan. Meskipun bermanfaat semut rangrang juga dikenal agresif jika sarangnya diganggu, gigitan mereka cukup menyakitkan dan bisa menyebabkan iritasi kulit.

Panen kroto atau pengambilan telur/larva semut rangrang harus dilakukan dengan hati-hati, agar tidak merusak koloni dan habitatnya. Budidaya dan pemanfaatannya harus memperhatikan aspek berkelanjutan agar populasi dan ekosistem pohon tempat mereka hidup tidak terganggu.

Jadi bisa dikatakan bahwa semut rangrang merupakan makhluk kecil yang luar biasa, selain memiliki perilaku sosial yang kompleks dan kehidupan koloni yang mengagumkan. Mereka juga memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan bahkan bisa dimanfaatkan secara ekonimi oleh manusia.

Akan tetapi seperti sumber daya alam lainnya, pemanfaatannya harus kita lakukan dengan bijak dan berkelanjutan ya!. (Nining wulandari_LPU)

Sumber:

1. Idntimes

2. P2mal.co.id

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....