Mulai Dilirik, Larva Tawon Vespa Sumber Protein Tinggi

  • 28 Sep 2025 22:49 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Larva tawon vespa atau hornet kini semakin dikenal sebagai salah satu sumber pangan alternatif dengan kandungan gizi yang sangat tinggi. Meski keberadaannya sering dianggap berbahaya karena sengatan tawonnya mematikan, penelitian menunjukkan bahwa larva di dalam sarangnya menyimpan potensi besar sebagai bahan pangan berprotein tinggi.

Tradisi mengonsumsi larva vespa sudah lama berkembang di beberapa negara Asia, termasuk Jepang, Tiongkok, Korea, hingga India. Hasil riset terbaru dari K. Wang, Peneliti di State Key Laboratory of Resource Insects, Institute of Apicultural Research, Chinese Academy of Agricultural Sciences, Beijing, Tiongkok dalam Journal of Insects as Food and Feed (2024) menunjukkan bahwa larva vespa mengandung lebih dari 50% protein dari berat keringnya, dengan komposisi asam amino esensial yang mendekati standar kebutuhan gizi FAO/WHO.

Selain itu, kandungan lemak sehat mencapai sekitar 22% berat kering, sehingga dapat menjadi sumber energi yang signifikan. Studi ini juga menemukan bahwa larva vespa kaya akan mikronutrien seperti zat besi dan zinc yang penting untuk sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, penelitian Jeong dari School of Food Science and Biotechnology, College of Agriculture and Life Sciences, Kyungpook National University, Daegu, Korea. (2020) yang diterbitkan di jurnal Foods mengonfirmasi bahwa larva Vespa velutina memiliki kandungan protein yang tinggi sekaligus aman dikonsumsi, karena tidak ditemukan kontaminasi logam berat berbahaya dalam sampel yang diuji. Temuan ini memperkuat keyakinan bahwa larva vespa berpotensi besar sebagai alternatif sumber protein selain daging sapi dan kedelai.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Kiewhuo (2021) di India mengungkapkan bahwa larva Vespa mandarinia memiliki kadar protein sekitar 52,82%, sedangkan pupa mencapai 60,99% dari berat kering. Fakta ini membuat larva dan pupa vespa termasuk dalam kelompok pangan dengan kepadatan nutrisi sangat tinggi, bahkan dapat menyaingi kedelai dan unggas dalam hal kandungan protein.

Jika dibandingkan dengan daging sapi, yang rata-rata hanya memiliki 20–25% protein dalam kondisi segar, larva vespa jauh lebih unggul per gram dalam bentuk kering. Selain itu, larva vespa juga memiliki kandungan vitamin B2 (riboflavin) yang lebih tinggi dibandingkan beberapa produk hewani, sehingga menambah nilai fungsionalnya sebagai makanan bergizi.

Meski demikian, konsumsi larva vespa tetap membutuhkan kehati-hatian. Proses panen sarang vespa tidak bisa dilakukan sembarangan karena risikonya sangat tinggi.

Tawon dewasa memiliki sengatan yang berbahaya dan bisa memicu reaksi anafilaksis pada manusia. Di Jepang dan beberapa daerah India, panen dilakukan oleh peternak atau pemburu khusus yang memiliki keterampilan dan peralatan memadai untuk menghindari bahaya.

Potensi larva vespa sebagai sumber pangan di Indonesia masih belum banyak diteliti. Jenis-jenis vespa lokal seperti Vespa affinis dan Vespa tropica diperkirakan memiliki kandungan gizi yang tidak jauh berbeda dengan spesies luar negeri. Namun, para peneliti menekankan perlunya riset lebih lanjut untuk memastikan kandungan gizi, keamanan, serta peluang pengembangan budidaya vespa sebagai alternatif sumber protein di masa depan. (Wiwik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....