Dibalik Kecantikan Burung Pitohui, Ada Racun Berbahaya

  • 30 Agt 2025 05:18 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Di balik keindahan hutan tropis Papua, tersembunyi sebuah keunikan alam yang jarang diketahui: burung Pitohui. Burung ini adalah salah satu dari segelintir burung di dunia yang memiliki racun berbahaya.

Ada beberapa spesies yang dikenal, seperti Pitohui Karat, Pitohui Kepala-hitam, dan yang paling terkenal, Pitohui dichrous. Kehadirannya menjadi pengingat bahwa di alam liar, keindahan seringkali menyimpan bahaya yang tak terduga.

Dari sebuah tayangan di Youtube channel Out of Place Zoologist dijelaskan, secara fisik, burung Pitohui memiliki ciri yang mencolok dan mudah dikenali. Ukurannya relatif kecil, sekitar 23 cm, dengan bulu oranye dan hitam yang sangat kontras.

Paruhnya yang kuat dan melengkung dirancang untuk membantunya memakan serangga dan buah-buahan. Warna bulunya yang terang bukan sekadar hiasan, melainkan sebuah tanda peringatan (aposematisme) bagi predator bahwa tubuhnya mengandung racun. Racun tersebut tersimpan secara khusus di kulit dan bulu, menjadikannya berbahaya jika disentuh.

Lalu, dari mana asal racun pada burung ini? Berdasarkan penelitian dari Bird Conservation International, burung Pitohui tidak memproduksi racunnya sendiri. Racun mematikan yang dikenal sebagai batrachotoxin ini berasal dari makanan utamanya, yaitu kumbang kecil bernama Choresine.

Menariknya, senyawa batrachotoxin ini juga ditemukan pada kulit katak panah beracun di Amerika Selatan, menunjukkan adanya kaitan antara konsumsi makanan dan tingkat toksisitas pada hewan. Meski kecil, efek racun yang dihasilkan oleh burung Pitohui sangat berbahaya dan mematikan.

Sentuhan pada bulu atau kulitnya dapat menyebabkan sensasi seperti terbakar dan mati rasa. Dalam dosis yang lebih tinggi, racun ini bisa menimbulkan gangguan pernapasan, kelumpuhan, bahkan aritmia jantung yang berpotensi fatal.

Bagi siapa pun yang berinteraksi dengan burung ini, sangat disarankan untuk berhati-hati. Meskipun memiliki pertahanan alami yang kuat, keberadaan burung Pitohui tidak terlepas dari ancaman. Saat ini, tidak ada spesies burung Pitohui yang terdaftar sebagai satwa yang dilindungi di Indonesia. (Haris/magang)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....