Relief Karmabhangga: Kisah Sebab Akibat Keagungan Candi Borobudur
- 29 Jun 2025 05:49 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Relief Karmabhangga yang terdapat pada bagian dasar (kaki) candi dikenal sebagai Kamadhatu, yaitu tingkatan dunia nafsu yang paling rendah dalam ajaran Buddha Mahayana. Relief Karmabhangga di Candi Borobudur menggambarkan ajaran Buddha mengenai hukum sebab-akibat atau karma, khususnya bagaimana tindakan manusia, baik maupun buru akan membawa konsekuensinya.
Karmabhangga secara harfiah berarti kehancuran akibat karma. Dalam konteks relief Borobudur, istilah ini merujuk pada rangkaian panel batu yang menggambarkan penderitaan manusia akibat perbuatan buruk di kehidupan sebelumnya.
Adegan-adegan tersebut menampilkan pencurian, pembunuhan, keserakahan, dan berbagai dosa yang kemudian dibalas dengan siksaan di neraka atau kelahiran kembali dalam bentuk makhluk hina. Menurut Dr. Agus Aris Munandar, arkeolog dari Universitas Indonesia, relief karmabhangga tidak hanya menggambarkan penderitaan akibat dosa, tetapi juga mengajarkan moralitas dan dorongan untuk menempuh jalan kebaikan.
Dalam filosofi Borobudur, relief ini menjadi pengingat bahwa untuk mencapai pembebasan atau Nirwana, seseorang harus keluar dari lingkaran samsara dengan menjalani hidup benar sesuai Dharma. Sebanyak 160 panel relief Karmabhangga awalnya terukir di kaki Borobudur, namun saat ini sebagian besar ditutupi oleh struktur penyangga tambahan (foot covering) yang dibangun pada abad ke-10.
Walaupun tertutup, dokumentasi dan foto relief ini masih dapat ditemukan melalui penelitian oleh Konservasi Balai Borobudur dan UNESCO, serta publikasi oleh sejarawan seni seperti J.G. de Casparis dan Dr. Soekmono. Candi Borobudur sebagai mandala agung dirancang untuk menuntun peziarah secara simbolik dari dunia penuh nafsu (Kamadhatu), naik ke dunia bentuk (Rupadhatu), hingga mencapai dunia tanpa bentuk (Arupadhatu).
Relief karmabhangga menjadi titik awal perjalanan spiritual, yakni kesadaran akan akibat dari perbuatan dan kebutuhan untuk memutus rantai karma buruk. Sumber informasi resmi mengenai relief karmabhangga di Candi Borobudur dapat ditemukan dalam buku Borobudur: Golden Tales of the Buddha oleh John Miksic, dokumentasi Balai Konservasi Borobudur, serta publikasi UNESCO.
Relief ini menunjukkan bahwa pesan spiritual yang mendalam telah ditanamkan secara visual untuk mendidik masyarakat Jawa kuno. IUtamanya tentang perilaku baik dan jalan menuju pembebasan.
(Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....