Alasan Umat Islam Jaga Diri dari Makanan Haram
- 31 Mei 2025 15:06 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Beberapa waktu lalu media sosial sempat dihebohkan dengan produk ayam goreng non halal di Kota Solo. Hal tersebut berawal dari pernyataan resmi di akun instagram sebuah rumah makan ayam goreng legendaris di Kota Bengawan terkait status kehalalan produk miliknya.
Pernyataan tersebut menyusul ada review negatif di google maps terkait rumah makan tersebut yang tidak secara terang-terangan mencantumkan ketidakhalalan produknya meskipun berdiri sejak tahun 1973. Di satu sisi, para pengunjung muslim (berhijab) banyak yang membeli di tempat tersebut karena tidak adanya penjelasan.
Menanggapi hal tersebut, Dr. Achmad Choerudin, ST,SE,MM (C.SQ,C.AQ), Ketua Yayasan An Nuur Griyan Baru menegaskan bahwa kehalalan makanan menjadi prinsip utama yang dijaga oleh Umat Islam. Menurutnya, dalam ajaran Islam, masalah makanan bukan hanya perkara kebutuhan jasmani, tetapi juga erat hubungannya dengan aspek spiritual dan moral.
“Ketika makanan halal tercampur dengan makanan yang haram, maka hukum konsumsinya tidak lagi sederhana, melainkan butuh kajian dari sisi syariat. Kalau dalam Islam itu yang jelas haram ya seperti daging babi, bangkai, darah, dan makanan yang disembelih tanpa menyebut nama Allah. Larangan ini disebut di Al-Qur’an, salah satunya dalam QS. Al-Baqarah ayat 173, ‘Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atasmu bangkai, darah, daging babi, dan (hewan) yang disembelih dengan menyebut nama selain Allah’. Itu landasan hukumnya,” ucap Ustadz Achmad.
Menurut Ustadz Achmad, sesuatu yang haram tidak boleh dimasukkan ke dalam tubuh seorang muslim, apalagi menjadi bagian dari nutrisinya. Hal tersebut diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Ahmad, Rasulullah SAW mengatakan, “Setiap daging yang tumbuh dari barang haram, maka neraka lebih utama baginya.”
“Hadits itu jadi peringatan keras bahwa makanan yang berasal dari sumber haram, baik secara langsung maupun akibat tercampur dari yang haram, maka nantinya akan membawa dampak buruk, baik di dunia maupun di akhirat,” ucap Ustadz Achmad.
Dengan demikian, Ustadz Achmad menganjurkan umat Islam untuk senantiasa menjaga makanan yang dikonsumsi agar tetap dalam koridor yang halal, baik dari bahan, cara memperoleh, hingga proses pengolahannya.
(Dinar Rusydiana)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....