Origami, Seni Melipat Kertas Miliki Banyak Tujuan

  • 29 Mar 2025 23:37 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Seni origami adalah seni melipat kertas yang berasal dari Jepang. Kata "origami" sendiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu ori (melipat) dan kami (kertas).

Seni ini bertujuan untuk mengubah selembar kertas menjadi bentuk tertentu tanpa menggunakan gunting atau lem, hanya dengan teknik lipatan. Dalam buku Origami Design Secrets oleh Robert J. Lang dijelaskan, origami bisa berbentuk berbagai macam objek, seperti hewan, bunga, atau benda-benda lainnya.

Salah satu model origami yang paling terkenal adalah burung bangau (orizuru), yang memiliki makna keberuntungan dan panjang umur dalam budaya Jepang. Seni ini tidak hanya digunakan sebagai hobi, tetapi juga memiliki manfaat untuk melatih kreativitas, kesabaran, dan keterampilan motorik halus.

Pada abad ke-20, Akira Yoshizawa, seorang master origami dari Jepang, memainkan peran penting dalam memodernisasi dan mempopulerkan origami di seluruh dunia. Ia mengembangkan teknik wet-folding (melipat kertas basah untuk membentuk lipatan yang lebih alami) dan sistem diagram origami yang masih digunakan hingga sekarang.

Seni origami memiliki berbagai tujuan, baik secara tradisional maupun modern. Beberapa di antaranya adalah untuk ritual dan tradisi – Di Jepang, origami awalnya digunakan dalam upacara keagamaan dan tradisional, seperti lipatan noshi, yang merupakan hiasan pada hadiah sebagai simbol keberuntungan, origami sebagai hiasan dalam berbagai acara, seperti pernikahan, festival, atau perayaan tertentu.

Origami membantu melatih kesabaran, kreativitas, serta keterampilan motorik halus, terutama pada anak-anak. Di sekolah, origami juga digunakan untuk mengajarkan konsep matematika dan geometri.

Melipat kertas dalam origami bisa menjadi kegiatan meditasi dalam proses terapi dan relaksasi yang dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan fokus. Prinsip origami juga digunakan dalam berbagai bidang sains dan teknologi, seperti desain robot lipat, struktur luar angkasa, hingga teknik kedokteran seperti pengembangan stent untuk operasi jantung.

Origami burung bangau (orizuru) menjadi simbol perdamaian, terutama setelah kisah Sadako Sasaki, seorang korban bom Hiroshima yang berusaha melipat seribu bangau sebagai harapan kesembuhannya. Saat ini, origami telah berkembang jauh melampaui sekadar seni tradisional Jepang.

Origami kini dipelajari dalam matematika untuk memahami konsep geometri, pola fraktal, dan struktur lipatan yang kompleks. Ilmuwan menggunakan teori origami untuk menciptakan desain yang efisien dalam berbagai bidang. Teknik origami diterapkan dalam berbagai inovasi, seperti di medis origami dipakaii untuk pengembangan stent jantung, robot mini untuk operasi, dan struktur lipat dalam bioteknologi.

Kemudian NASA menggunakan prinsip origami untuk merancang panel surya dan antena yang dapat dilipat dan dikembangkan di luar angkasa. Selain itu juga digunakan dalam pembuatan robot lipat yang ringan dan fleksibel. (Wiwik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....