Jangan Terjebak Menjadi Generasi Sandwich, Ketahui Solusinya

  • 31 Jan 2025 14:59 WIB
  •  Surakarta

KBRN, Surakarta: Generasi sandwich adalah istilah yang merujuk pada kelompok orang dewasa yang terhimpit di antara dua generasi yang harus mereka tanggung secara finansial dan emosional, yakni orang tua yang muncul karena perubahan demografi dimana harapan hidup manusia lebih panjang, beban sudah lanjut usia dan anak-anak mereka yang masih bergantung secara ekonomi. Dalam buku The Sandwich Generation: Adult Children Caring for Aging Parents oleh Lenard W. Kaye dan Elaine P. Congress, menjelaskan generasi sandwich yang berada di rentang usia 30 hingga 50 tahun menghadapi tekanan besar karena harus mengurus kebutuhan keluarga sendiri sekaligus merawat orang tua yang sudah tidak mandiri.

Kondisi ini bisa menyebabkan stres, kelelahan, dan kesulitan keuangan. Generasi Sandwich finansial, akibat biaya perawatan orang tua, pendidikan anak, dan kebutuhan rumah tangga.

Dalam beberapa masyarakat, ada kewajiban moral atau budaya untuk merawat orang tua di rumah, daripada menggunakan panti jompo atau perawatan profesional,karena merasa bertanggung jawab untuk merawat orang tua, karena pengorbanan yang telah dilakukan oleh orang tua di masa lalu. Terjebak dalam Generasi Sandwich bisa menyebabkan tekanan Finansial, stres dan kelelahan, karena terbatasnya kesempatan pribadi untuk menabung seperti dana pensiun atau investasi.

Selain itu sulit menemukan waktu untuk beristirahat atau mengejar impian pribadi atau me time diabaikan. Namun situasi tersebut juga meningkatkan hubungan emosional dengan orang tua dan anak-anak, mengajarkan disiplin dalam mengelola keuangan dan waktu serta memberikan kesempatan untuk merawat orang tua yang telah membesarkan mereka.

Terjebak dalam generasi sandwich bukan hanya karena faktor individu, tetapi juga akibat perubahan sosial dan ekonomi yang lebih luas. Untuk mengatasinya, diperlukan perencanaan keuangan yang matang, pembagian tugas dalam keluarga, serta dukungan kebijakan dari pemerintah dan perusahaan. (Wiwik Martani)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....