Gula Jawa, Manfaat dan Cara Pembuatannya
- 31 Des 2024 14:00 WIB
- Surakarta
KBRN, Surakarta: Gula jawa, yang juga dikenal sebagai gula merah atau gula aren, adalah salah satu bahan pemanis alami yang telah lama digunakan di Indonesia. Gula ini memiliki rasa manis yang khas dan sedikit gurih, berbeda dengan gula pasir yang lebih umum digunakan.
Dikutip dari Jurnal UNISRI dijelaskan bahwa gula jawa adalah gula yang berasal dari pengolahan nira pohon palma / aren, nipah, siwalan, dan kelapa. Menurut Kristianingrum (2009) pada umumnya produk olahan tradisional ini dibentuk setengah bola dengan menggunakan tempurung kelapa.
Pengolahan gula jawa diawali dengan proses pengendapan nira. Selanjutnya di dalam manggar terdapat cairan bening, sebagai bahan baku utama pembuat gula merah.
Para petani akan memotong bunga kelapa untuk mengumpulkan nira, yang kemudian diaduk selama 1,5 hingga 2 jam sampai mengental. Dari 10 liter nira, hanya dapat menghasilkan kurang lebih 2,5 hingga 3 kilogram gula jawa saja. Setelah mengental, adonan gula dicetak menggunakan batok kelapa dan dibiarkan hingga mengeras.
Gula jawa tidak hanya digunakan sebagai pemanis dalam makanan dan minuman, tetapi juga memiliki berbagai manfaat kesehatan. Gula ini kaya akan mineral dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan gula pasir, sehingga lebih aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, gula Jawa sering digunakan dalam berbagai masakan tradisional Indonesia, seperti kue basah dan minuman seperti teh kletus. Produksi gula jawa memberikan kontribusi yang signifikan terhadap ekonomi masyarakat pedesaan.
Banyak petani menggantungkan hidup mereka pada usaha pembuatan gula ini sebagai sumber pendapatan utama. Selain itu, edukasi wisata tentang pembuatan gula jawa semakin populer serta menarik perhatian wisatawan untuk belajar tentang proses pembuatan gula jawa secara tradisional ini sambil menikmati keindahan alam di sekitar desa-desa penghasil gula.
Mari kita jaga dan lestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan mendukung produk lokal, salah satunya adalah gula jawa. Gula jawa bukan sekedar pemanis, melainkan warisan tradisional yang mencerminkan kearifan lokal ( Rista & Anita LPU)
Sumber:
https://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/adiwidya/article/view/3370/2834
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....