Rumput, Gulma Pengganggu yang Tangguh dan Sulit Dibasmi

  • 28 Des 2024 12:23 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta : Rumput, salah satu gulma yang seringkali membuat jengkel karena sulit sekali dibasmi. Bahkan ketika semua metode dan herbisida sudah dilakukan tetap saja pada rentang waktu yang tak lama rumput akan tumbuh kembali. Rumput memang sulit dibasmi karena memiliki adaptasi dan mekanisme pertahanan yang membuatnya sangat tangguh.

Dalam buku "Integrated Pest Management" oleh Edward B. Radcliffe et al., yang mencakup pengendalian gulma sebagai bagian dari sistem pertanian terpadu dijelaskan bahwa mekanisme pertahanan yang sangat tangguh pada rumput karena rumput memiliki akar serabut yang sangat luas dan dalam. Rumput mampu menyerap air dan nutrisi dengan efisien serta tetap hidup meskipun bagian atasnya dipangkas dan dapat tumbuh kembali dengan cepat karena tunasnya (meristem) berada di dekat permukaan tanah, terlindungi dari kerusakan.

Penyebaran biji yang agresif dalam jumlah besar sangat mudah tersebar oleh angin, air, atau hewan, membuatnya cepat tumbuh di area baru. Rumput bisa bertahan dalam kondisi kering, basah, atau kurang subur, sehingga sulit dihentikan dengan perubahan lingkungan dan beberapa jenis rumput memiliki kemampuan adaptasi terhadap herbisida Terutama yang sering terkena herbisida, sehingga mampu mengembangkan resistansi melalui mutasi genetik atau adaptasi enzimatik. sehingga membutuhkan metode yang lebih intensif untuk dibasmi.

Menurut penelitian dengan "Uji Resistensi Gulma Eleusine indica terhadap Penggunaan Herbisida Berbahan Aktif Glyphosate" tulisan S.E. Manik (Jurnal: Agriland, Volume 7, Nomor 1, 2019) dijelaskan membasmi rumput secara efektif memerlukan pendekatan terpadu yang menggabungkan teknik mekanis, kimia, dan pencegahan. Bisa dengan pengendalian mekanis yaitu pencabutan rumput beserta akarnya menggunakan tangan atau alat seperti cangkul. Ini efektif untuk area kecil, dan pembajakan atau penggaruan dengan membalik tanah untuk memutus akar rumput dan menghancurkan struktur vegetatif untuk area pertanian atau lahan luas.

Metode lainnya penggunaan herbisida sistemik, herbisida pra-tumbuh (pre-emergent) dan herbisida selektif dengan dosis yang dianjurkan agar tidak merusak ekosistem tanah. Kemudian metode mulsa (Mulching) dengan menutupi area tanah dengan mulsa organik (jerami, daun kering) atau anorganik (plastik hitam) untuk mencegah cahaya matahari mencapai rumput.

Metode Solarization (Pemanasan Tanah) yaitu menutupi area dengan plastik bening selama musim panas untuk membunuh rumput, biji, dan hama dalam tanah. Dan pengelolaan lahan yang baik dengan menghindari pertumbuhan berulang jenis tanaman tertentu di satu area,atau bisa juga memanfaatkan hewan pemakan rumput: Hewan seperti kambing atau domba. (Wiwik Martani)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....