Gincu, Pemulas Bibir Perjalanan Sejarah Dari Zaman ke zaman
- 14 Des 2024 11:39 WIB
- Surakarta
KBRN,Surakarta : Lipstik atau dengan sebutan lain gincu alias pemulas bibir menjadi barang penting dan wajib ada, diantara semua perlengkapan make up seorang perempuan. Bahkan lipstik ini juga wajib dibawa kemanapun dan siap dipakai untuk memulas ulang bibir ketika sudah memudar.
Mengutip dari buku “Face Paint: The Story of Makeup” oleh Lisa Eldridge, seorang ahli sejarah makeup, sudah berabad-abad lipstik ini dipakai untuk mempercantik diri. Lipstik ini pertama kali digunakan sejak zaman peradaban kuno oleh wanita Mesopotamia sekitar 5.000 tahun yang lalu. Mereka menghancurkan batu permata semi-mulia untuk menghasilkan warna merah atau ungu dan mengoleskannya pada bibir sebagai simbol status dan kecantikan.
Menggunakan Okre merah yang mengandung pigmen tanah liat sebagai sumber merah alami, sementara sebagai sumber warna merah gelap mereka menggunakan serangga cochineal. Untuk melembabkan bibir mereka memakai minyak zaitun atau minyak wijendan sebagai dasar untuk campuran pigmen mereka menggunakan lemak hewan.
Dari belahan benua lainnya , perempuan Tiongkok dan Jepang Kuno sejak lama menggunakan bunga dan kelopak tanaman untuk pewarna bibir alami. Sebagai dasar pelembap mereka menggunakan beras dan lilin lebah. Abad Pertengahan dan Renaisans lipstik menggunakan bahan dasar dari ekstrak buah dan sayuran, seperti bit atau anggur untuk warna merah, lilin lebah digunakan untuk menguatkan teksturnya.
Awal Lipstik Modern dimulai pada abad ke-19, menggunakan lilin lebah dan lilin carnauba sebagai bahan dasar, sumber warna alami dari serangga, buah dan tumbuhan dan minyak kastor sebagai pelembab dan penguat teksturnya.
Perkembangan berikutnya pada abad ke-20 selain lilin lebah dan lilin carnauba, mulai dipakai juga lilin candelilla untuk membentuk struktur dan tekstur. Kemudian menggunakan minyak jarak,jojoba,minyak kelapa dan mineral oil sebagai pelembab ditambah lanolilin sebagai emolien atau pelembut. Meski tetap menggunakan Carmine dari serangga clchineal sebagai pewarna alami , lake dyes dan pigmen organik jsebagai pewarna sintetis juga dipakai untuk menambah ragam warna yang menarik.
Pada jaman yang semakin modern saat ini lipstik juga ditambah dengan kandungan vitamin E untuk efek antioksidan , silikon untuk efek kilau, parabens sebagai cover dan fragrance untuk aroma. Saat ini juga semakin dikenal lipstik vegan dan organik yang mengandung shea butter dan cocoa butter untuk melembabkan, pigmen dari buah-buahan dan tumbuhan seperti bit, buah naga, atau kunyit. Lipstik modern hadir dengan kombinasi bahan alami dan teknologi canggih untuk menciptakan produk yang aman, tahan lama, dan sesuai dengan kebutuhan konsumen. (Wiwik Martani)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....