Pelangi Dalam Perspektif Budaya Indonesia dan Berbagai Negara

  • 26 Nov 2024 13:13 WIB
  •  Surakarta

KBRN,Surakarta : Dibalik munculnya pelangi yang indah di ujung langit, tersirat cerita-cerita unik. Secara budaya munculnya pelangi sering dikaitkan dengan berbagai mitos dan cerita rakyat di banyak daerah di dunia, termasuk Indonesia.

Dalam buku 'Ensiklopedia Mitos dan Legenda Nusantara' yang diterbitkan oleh Kemdikbud dituliskan mitos pelangi di Indonesia. Beberapa tradisi di Indonesia mempercayai bahwa pelangi adalah jembatan bidadari yang digunakan oleh bidadari dari kahyangan untuk turun ke bumi. Ada juga kepercayaan bahwa menunjuk pelangi bisa membawa nasib buruk atau jari bisa sakit. Hal ini kemungkinan bertujuan untuk mengajarkan rasa hormat terhadap alam. Sebagian lagi percaya bahwa pelangi sebagai tanda keberuntungan dan pertanda datangnya keberuntungan atau perubahan positif.

Sementara dalam buku 'Myth and Meaning' , Claude Lévi-Strauss membahas bagaimana manusia dari berbagai budaya menciptakan makna dan mitos dari fenomena alam, salah satunya adalah pelangi. Masyarakat Skandinavia (Bifröst) dalam mitologi Nordik, menganggap pelangi sebagai 'Bifröst', sebuah jembatan antara dunia manusia (Midgard) dan dunia para dewa (Asgard). Sementara dalam cerita rakyat Irlandia, pelangi dikaitkan dengan peri leprechaun yang menyembunyikan pot emas di ujung pelangi. Dalam budaya Hawaii beda lagi, rakyat Hawaii menganggap pelangi sebagai tanda kehadiran para leluhur atau dewa yang memberkati manusia.

Dalam mitologi Hindu di India, pelangi dianggap sebagai busur para dewa khususnya dikaitkan dengan Dewa Indra, sang dewa hujan dan petir. Pelangi dipercaya sebagai busur perang Indra, yang disebut Indradhanush (busur Indra) yang digunakan untuk melawan kejahatan dan melindungi dunia, juga dipercaya sebagai tanda berkah dari para dewa setelah hujan. Sementara dalam mitologi Tiongkok, pelangi memiliki hubungan erat dengan legenda Nuwa, dewi pencipta yang menciptakan manusia. Dikisahkan bahwa langit pernah retak, menyebabkan dunia menjadi kacau. Nuwa menggunakan batu berwarna-warni untuk menambal langit, yang menciptakan pelangi yang dianggap sebagai simbol harmoni dan perbaikan dunia.

Di Jepang, pelangi dipercaya sebagai 'jembatan langit' (Niji no Hashi) yang menghubungkan bumi dengan surga. Dalam beberapa cerita rakyat, pelangi diyakini sebagai jalur bagi roh leluhur untuk turun ke bumi atau kembali ke dunia para Dewa yang dianggap sebagai simbol keindahan dan harapan. Di Afrika lain lagi karena memiliki mitos pelangi yang bervariasi. Bagi suku Zulu pelangi dikaitkan dengan ular mitologis bernama Inkanyamba. Ular ini dipercaya tinggal di dekat air terjun dan muncul bersamaan dengan pelangi yang membawa hujan. Bagi Suku Ashanti (Ghana), pelangi dianggap sebagai perwujudan dewa cuaca, yang mengendalikan hujan dan panen dan jalan menuju dunia para leluhur. Secara umum beberapa budaya Afrika menganggap pelangi sebagai tanda misteri alam yang penuh kekuatan magis.

Mitos-mitos ini menunjukkan bagaimana manusia mencoba menjelaskan fenomena alam yang indah sebelum adanya penjelasan ilmiah. Meskipun tidak benar secara ilmiah, cerita-cerita ini memperkaya budaya dan cara pandang manusia terhadap alam. (Wiwik Martani)


Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....