Perempuan dengan Disabilitas Psikososial Perlu Berdaya
- 28 Agt 2026 03:49 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SURAKARTA – Kesehatan jiwa dan kemandirian finansial menjadi bagian penting dalam pemberdayaan perempuan dengan disabilitas psikososial. Dukungan keluarga, lingkungan, dan akses ekonomi diperlukan agar mereka dapat menjalani kehidupan secara mandiri.
Hal tersebut dibahas dalam Obrolan Komunitas RRI Surakarta, Senin, 24 Agustus 2026. Program menghadirkan Fithri Setya Marwati, S.E., M.M., PhD, Ketua KPSI Solo Raya.
Fithri mengatakan pemberdayaan perlu dimulai dengan membangun kembali kepercayaan diri perempuan dengan disabilitas psikososial. Mereka perlu diberikan ruang untuk menentukan pilihan dan mengambil peran dalam kehidupan.
“Mereka bukan orang yang harus selalu dibantu, tetapi mereka juga memiliki potensi untuk berdaya,” katanya.
Kemandirian finansial menjadi salah satu aspek yang dapat memperkuat keberdayaan. Kemampuan memperoleh penghasilan dapat membantu perempuan memiliki kontrol lebih besar terhadap kebutuhan dan keputusan hidupnya.
Fithri mengatakan kesempatan ekonomi harus diberikan berdasarkan kemampuan dan minat masing-masing individu. Pelatihan keterampilan juga perlu disertai akses terhadap peluang kerja atau usaha.
“Kita harus membuka akses supaya mereka bisa memiliki penghasilan sendiri dan tidak selalu bergantung kepada orang lain,” ujar Fithri.
Menurut Fithri, kesehatan jiwa juga tidak dapat dipisahkan dari proses pemberdayaan. Kondisi lingkungan yang mendukung dapat membantu seseorang mempertahankan kepercayaan diri dan menjalankan aktivitas secara lebih optimal.
Stigma menjadi salah satu hambatan yang masih dihadapi penyandang disabilitas psikososial. Pandangan negatif masyarakat dapat membatasi kesempatan mereka untuk bekerja, bersosialisasi, dan berpartisipasi di lingkungan.
Karena itu, keluarga memiliki peran penting dalam memberikan dukungan tanpa mengambil alih seluruh keputusan. Pendekatan yang memberikan kesempatan untuk mandiri perlu terus dibangun.
Fithri mengatakan masyarakat juga perlu memahami bahwa disabilitas psikososial tidak menghilangkan kemampuan seseorang untuk berkarya. Kesempatan yang setara justru dapat membantu mereka mengembangkan potensi.
Pemberdayaan perempuan dengan disabilitas psikososial membutuhkan dukungan berbagai pihak. Kolaborasi antara komunitas, keluarga, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang inklusif.
“Ketika mereka sehat secara jiwa dan memiliki kemandirian finansial, mereka bisa menentukan kehidupan yang lebih berdaya,” ucap Fithri. (CA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....