Gapura Paduraksa, Gerbang yang Menyimpan Makna Budaya

  • 15 Agt 2026 06:20 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Gapura paduraksa merupakan salah satu bentuk gerbang tradisional yang memiliki ciri bagian atas menyatu dan beratap. Selain menjadi akses keluar masuk kawasan, bentuk tersebut berkembang sebagai bagian dari tata ruang dan simbol budaya masyarakat.

Salah satu contoh gapura paduraksa terdapat pada Gapura Bajangratu di Trowulan, Mojokerto, yang merupakan peninggalan masa Majapahit. Bangunan berbahan bata tersebut memiliki bagian kaki, tubuh dan atap, dengan lorong di tengah sebagai akses masuk.

Gapura Bajangratu diperkirakan berasal dari abad ke-13 hingga ke-14 dan memiliki berbagai relief serta ornamen pada bagian bangunannya. Relief kepala kala, singa, naga, garuda dan sejumlah relief lainnya menjadi bagian penting dari karakter arsitektur gapura tersebut.

Penggunaan bentuk paduraksa kemudian ditemukan pada sejumlah kompleks tradisional, termasuk kawasan keraton dan permakaman. Di Kompleks Makam Imogiri, bentuk paduraksa digunakan untuk memasuki halaman yang lebih dalam setelah melewati gapura pertama.

Susunan tersebut menunjukkan bahwa gapura dapat menjadi bagian dari pengaturan tata ruang. Perpindahan seseorang dari satu gapura menuju gapura berikutnya dapat menunjukkan adanya perbedaan fungsi dan karakter ruang di dalam sebuah kompleks.

Dalam perkembangannya, bentuk paduraksa juga dapat ditemukan dalam desain gerbang masa kini yang mengadaptasi unsur arsitektur tradisional. Bagian atas yang menyatukan kedua sisi gerbang tetap menjadi ciri visual yang membedakannya dari bentuk candi bentar.

Adaptasi tersebut menunjukkan bahwa unsur arsitektur tradisional masih dapat digunakan dalam bangunan modern. Bentuknya dapat disederhanakan dengan menyesuaikan material, ukuran, ornamen dan kebutuhan kawasan tanpa harus meniru secara keseluruhan bangunan peninggalan masa lalu.

Keberadaan gapura paduraksa menjadi bukti bahwa sebuah gerbang dapat memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar akses masuk. Bangunan tersebut dapat menjadi penanda ruang, bagian dari identitas budaya dan pengingat mengenai perkembangan arsitektur Nusantara dari masa ke masa.(Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....