Generasi Muda, Garda Nasionalisme di tengah Arus Informasi Digital
- 13 Agt 2026 21:59 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta- Tantangan nasionalisme generasi muda saat ini tidak lagi berbentuk perjuangan fisik seperti yang dilakukan para pejuang dalam Serangan Umum Solo. Di tengah perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi, generasi muda dituntut mampu menggunakan ruang digital secara bijak sekaligus tetap memiliki kesadaran kebangsaan.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah sekaligus Penasehat Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Surakarta, Arief Sarifuddin, SE. MM mengatakan, salah satu tantangan pemuda saat ini adalah kehilangan arah dalam memahami bentuk pengabdian kepada bangsa. "Belajar dan meningkatkan pengetahuan bisa menjadi salah satu cara pemuda menjalankan amanah perjuangan untuk mencerdaskan kehidupan bangsa," kata Arief.
Sementara itu Pegiat Komunitas Kebangsaan sekaligus staf pengajar Sosiologi FISIP UNS Surakarta, Dr. Ahmad Romdhon menilai, generasi muda kini hidup dalam gelombang informasi yang sangat besar. Kondisi tersebut membuat narasi pendidikan, sejarah dan nilai kebangsaan harus berhadapan dengan berbagai informasi yang dibentuk oleh algoritma platform digital.
Menurut Romdhon, persoalannya bukan semata-mata akses generasi muda terhadap informasi, tetapi kemampuan untuk memilih dan menyaring informasi tersebut. Pendidikan dinilai perlu menemukan proses kreatif agar sejarah dan nilai kepahlawanan dapat disampaikan dengan cara yang dekat dengan kehidupan generasi muda.
Arief menambahkan, media sosial seharusnya tidak hanya digunakan sebagai ruang hiburan atau euforia. Teknologi juga dapat menjadi sarana untuk memperluas wawasan mengenai sejarah perjuangan, nilai kebangsaan dan berbagai persoalan yang dihadapi bangsa.
Ia menilai, kemampuan literasi digital menjadi semakin penting karena generasi muda berhadapan dengan disinformasi, ujaran kebencian dan berbagai informasi yang kebenarannya belum tentu dapat dipertanggungjawabkan. Karena itu, pemuda perlu memiliki kebiasaan menyaring informasi sebelum membagikannya kepada orang lain.
Untuk menjawab tantangan tersebut, GP Ansor Kota Surakarta mulai menjaring pemuda yang memiliki kemampuan di bidang teknologi untuk diarahkan menggunakan teknologi secara positif. Kemampuan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk dakwah sekaligus mengembangkan nasionalisme di tengah masyarakat.
Arief mengatakan, nasionalisme generasi muda juga perlu diwujudkan melalui kerja nyata di lingkungan sekitar. Menurutnya, kontribusi kepada masyarakat, termasuk kegiatan sosial dan pelayanan bagi warga yang membutuhkan, menjadi salah satu bentuk konkret melanjutkan estafet perjuangan para pahlawan.
Semangat perjuangan para pahlawan, menurut Arief, perlu diterjemahkan sesuai tantangan zaman dengan membangun bangsa agar semakin adil, makmur dan sejahtera. Perjuangan generasi muda hari ini dapat dimulai dari lingkungan terdekat, teman, maupun komunitas yang mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan bangsa. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....