Nasionalisme Generasi Muda Tak Sekadar Mengenang Sejarah, Jadikan Sikap Kritis

  • 13 Agt 2026 21:58 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta- Semangat nasionalisme generasi muda dinilai tidak cukup dibangun hanya dengan mengenang perjuangan para pahlawan. Nasionalisme juga perlu diwujudkan melalui sikap kritis masyarakat dalam mengawal penyelenggaraan negara dan memastikan cita-cita kemerdekaan tetap dijalankan.

Pegiat Komunitas Kebangsaan/Staf Pengajar Sosiologi FISIP UNS Surakarta, Dr.Akhmad Ramdhon, S.Sos, MA dalam Bincang Pagi, 11 Agustus 2026 mengatakan, generasi muda saat ini memiliki akses informasi yang jauh lebih terbuka dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi tersebut membuka ruang bagi masyarakat untuk semakin kritis terhadap berbagai kebijakan dan tindakan para pengambil keputusan.

Menurutnya, perjuangan mempertahankan kemerdekaan pada masa lalu memiliki konteks yang berbeda dengan perjuangan generasi saat ini. "Jika para pejuang dahulu mempertahankan kemerdekaan secara fisik, maka generasi sekarang memiliki tanggung jawab menjaga keberlangsungan bangsa melalui peran masing-masing," kata Romdhon.

Romdhon menilai, keteladanan pemimpin dan komitmen aparatur negara menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat. Ia menyebut, media, masyarakat sipil, dan publik memiliki fungsi kontrol untuk memastikan penyelenggaraan negara berjalan sesuai kepentingan masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa nasionalisme tidak semestinya berhenti sebagai slogan atau propaganda. Nasionalisme harus menjadi instrumen untuk merawat kehidupan kebangsaan, termasuk dengan membuka ruang bagi perspektif kritis dan perbedaan sikap politik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

Romdhon melihat keterbukaan media saat ini menjadi salah satu kekuatan dalam membangun edukasi publik. "Media memiliki peran untuk mentransformasikan pengetahuan dan kesadaran masyarakat secara lebih luas, termasuk menghubungkan nilai perjuangan masa lalu dengan persoalan bangsa pada masa kini.," ujarnya

Menurutnya, kondisi dunia yang terus berubah juga menjadi tantangan bagi Indonesia. Karena itu, generasi muda membutuhkan keteladanan dan kesadaran kebangsaan yang kuat agar mampu menghadapi berbagai perubahan tanpa kehilangan pijakan sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Romdhon berharap Indonesia tidak hanya mampu bertahan hingga usia kemerdekaan saat ini, tetapi terus berdiri dalam jangka panjang. Semangat tersebut, menurutnya, menjadi tanggung jawab bersama antara generasi muda, masyarakat, media, dan para pemangku kebijakan untuk merawat Indonesia di masa depan. (Wiwik)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....