Sekolah Rakyat Bangkitkan Harapan Anak Rentan di Sragen
- 30 Mei 2026 18:19 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen hadir sebagai ruang baru bagi anak-anak rentan yang sempat kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan. Program tersebut menyasar anak putus sekolah, anak yatim piatu, anak panti asuhan hingga keluarga miskin ekstrem yang masuk kategori desil 1 dan 2 data sosial ekonomi nasional.
Dalam Dialog Pagi Pro 1 Surakarta, Kamis 29 Mei 2026 Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 78 Sragen, Giyatno, S.Pd, M.Pd mengatakan banyak siswa datang dengan kondisi mental dan kepercayaan diri yang rendah akibat tekanan ekonomi keluarga. “Anak-anak ini sebenarnya punya potensi besar, hanya saja keadaan ekonomi membuat impian mereka sempat redup," katanya.
Menurut Giyatno sebagian dari mereka bahkan sempat merasa tidak memiliki masa depan karena harus membantu orang tua bekerja atau berhenti sekolah. "Tugas kami bukan hanya mengajar, tetapi juga menghidupkan kembali harapan mereka,” ujarnya.
Giyatno menegaskan Sekolah Rakyat tidak hanya menitikberatkan pendidikan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan keterampilan hidup. Para siswa dibekali soft skill seperti komunikasi, disiplin, kepemimpinan, kerja sama tim, hingga kemampuan beradaptasi agar lebih siap menghadapi kehidupan sosial maupun dunia kerja.
Selain itu, sekolah juga mulai mengasah jiwa kewirausahaan siswa melalui berbagai kegiatan keterampilan dan praktik sederhana. Hasil karya maupun kegiatan produktif siswa nantinya akan dikelola dan ditabung sebagai bekal ketika mereka lulus sekolah.
“Soft skill dan jiwa wirausaha itu penting agar anak-anak punya bekal hidup. Kami ingin mereka tidak hanya lulus sekolah, tetapi juga punya keberanian membangun masa depan secara mandiri,” ucap Giyatno.
Sementara itu Kabid Penanganan Fakir Miskin Dinas Sosial Kabupaten Sragen, Heru Prasetyo, S.Sos, M.Pd menegaskan anak-anak dari kelompok rentan sosial memang menjadi prioritas utama program Sekolah Rakyat. “Anak yatim piatu, anak putus sekolah maupun anak dari keluarga miskin ekstrem harus tetap punya kesempatan meraih masa depan yang lebih baik," ucapnya
Menurut Heru, negara harus hadir memastikan kemiskinan tidak memutus akses pendidikan dan cita-cita generasi muda. "Kami berharap Sekolah Rakyat menjadi titik balik agar mereka bisa bangkit, mandiri, dan keluar dari lingkaran kemiskinan,” kata Heru Prasetyo. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....