Wajah Baru Persawahan Desa Puro, Tak Ada Lagi Lumpur, Jalan Jadi Mulus

  • 15 Mei 2026 20:06 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN– Pagi itu, sinar matahari memantul di atas permukaan beton yang masih bersih dan kokoh di tengah hamparan hijau persawahan Desa Puro, Kecamatan Karangmalang. Tidak ada lagi pemandangan ban motor yang selip atau langkah kaki yang terbenam lumpur sedalam mata kaki.

Jumat 15 Mei 2026 menjadi hari yang bersejarah bagi warga Desa Puro. Jalan sepanjang 1.100 meter yang sebelumnya hanya berupa jalan tanah setapak, kini telah bersalin rupa menjadi jalan cor yang mulus berkat program TMMD Reguler ke-120 Kodim 0725/Sragen.

Jika menengok ke belakang, kondisi akses persawahan ini adalah "momok" bagi para petani, terutama saat musim penghujan tiba. Dahulu, membawa hasil panen keluar dari area sawah adalah perjuangan fisik yang melelahkan.

Kondisi after before jalan Desa Puro Kecamatan Karangmalang Sragen setelah dicor melalui program TMMD. (Foto: Pendim Sragen)

Dahulu jalan tanah yang licin, bergelombang, dan dipenuhi genangan air. Kendaraan pengangkut gabah sering kali mogok atau terjebak lumpur.

Kini jalan beton lebar yang rata, memungkinkan kendaraan roda dua maupun roda empat melintas tanpa hambatan, bahkan setelah hujan deras sekalipun.

"Dulu kalau habis hujan, kami harus mikir dua kali mau ke sawah. Sekarang? Mau bawa hasil panen jam berapa pun, jalannya sudah enak sekali," ujar salah satu warga setempat dengan raut wajah sumringah.

Keberhasilan transformasi jalan ini bukan sekadar urusan alat berat. Di balik beton yang mengeras, ada keringat dan canda tawa antara prajurit TNI dan warga yang bahu-membahu setiap hari. Sejak fajar menyingsing, anggota Satgas TMMD dan masyarakat Desa Puro tampak kompak melangsir material dan meratakan adonan semen.

Dansatgas TMMD Kodim 0725/Sragen, Letkol Inf Dindin Rohidin, S.I.P menyampaikan bahwa infrastruktur ini adalah kado untuk kesejahteraan petani.

"Jalan ini adalah simbol kemanunggalan. Kami tidak hanya membangun fisik, tapi membangun harapan. Dengan akses yang layak, biaya transportasi panen bisa ditekan, dan efisiensi waktu petani meningkat drastis," ucapnya.

Kini, pemandangan di Desa Puro telah berubah. Para petani tidak lagi harus berjibaku dengan lumpur. Jalan cor yang membelah sawah ini bukan sekadar sarana transportasi, melainkan urat nadi ekonomi baru yang diharapkan mampu mendongkrak taraf hidup masyarakat Karangmalang.

Dari jalan setapak yang dulunya kerap menyulitkan, kini Desa Puro memiliki "jalur sutra" pertanian yang menjadi bukti nyata bahwa gotong royong adalah kunci kemajuan desa. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....