Senyum Sumringah Mbah Sukarni, Akhir Penantian Panjang Memiliki Jamban Sendiri

  • 30 Apr 2026 15:03 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, SRAGEN – Di usia senjanya yang menginjak 77 tahun, Sukarni tidak meminta banyak hal dari dunia. Namun, satu keinginan sederhana yang selama ini sulit ia wujudkan akhirnya mulai menampakkan wujudnya: sebuah jamban pribadi yang layak di sudut rumahnya.

Raut wajah janda lanjut usia asal Dukuh Saradan RT 10, Desa Saradan, ini tampak berbeda pada Rabu 29 April 2026. Ada binar bahagia dan senyum yang tak lepas dari wajahnya saat melihat beberapa anggota TNI berseragam loreng sibuk mengaduk semen dan menata bata di kediamannya.

Bagi Mbah Sukarni, memiliki jamban bukan sekadar soal sanitasi, melainkan soal kemandirian dan rasa aman. Selama ini, keterbatasan fasilitas membuatnya harus bergantung pada bantuan sang anak, terutama saat panggilan alam datang di waktu-waktu sulit.

“Walaupun pembangunan baru sekitar 40 persen, saya berharap bisa segera selesai supaya tidak merepotkan anak lagi. Apalagi kalau sudah malam hari atau saat listrik padam, rasanya susah sekali,” ucapnya dengan nada penuh harap.

Sebagai bentuk rasa syukur yang tak terhingga, Mbah Sukarni menjamu para anggota Satgas TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen dengan penuh kehangatan. Suguhan minuman dan kopi hangat menjadi simbol "terima kasih" yang tulus dari rakyat kecil kepada para prajurit yang tengah membangun desanya.

Program jambanisasi yang menjadi bagian dari TMMD Reguler ke-128 ini merupakan misi ganda: pembangunan infrastruktur sekaligus edukasi pola hidup sehat. Hingga hari ke-8 sejak dibuka oleh Sekda Provinsi Jateng, Sumarno, S.E., M.M., program ini terus dikebut bersama proyek fisik lainnya seperti pengecoran jalan, pembuatan talud, dan rehabilitasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH).

Kepala Desa Saradan, Iswanto, mengakui bahwa kehadiran TMMD membawa perubahan paradigma di masyarakatnya.

Salah satunya pencegahan penyakit untuk meminimalkan risiko diare dan gangguan kesehatan lainnya. Kemudian lingkungan bersih dengan menghilangkan kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS). Terakhir kualitas hidup dengan meningkatkan martabat dan kenyamanan warga kurang mampu.

“Minimal warga yang kini sudah memiliki jamban tidak lagi buang air besar sembarangan, sehingga dapat mengurangi pencemaran lingkungan,” kata Iswanto.

Kisah Mbah Sukarni adalah satu dari sekian banyak potret keberhasilan TMMD dalam menyentuh sisi paling dasar kehidupan masyarakat. Di bawah terik matahari Desa Saradan, keringat para prajurit Kodim 0725/Sragen tidak hanya membangun dinding beton, tetapi juga membangun harapan baru bagi warga lansia untuk hidup lebih sehat dan mandiri.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Sekarang saya bisa hidup lebih sehat,” tutup Mbah Sukarni dengan wajah yang sesuai namanya benar-benar sumringah. MI

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....