Semangat Kartini, KWT Kemudo Perkuat Ketahanan Pangan
- 23 Apr 2026 09:22 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Semangat Raden Ajeng Kartini terus hidup dalam berbagai lini kehidupan, termasuk dalam upaya menjaga ketahanan pangan keluarga di tingkat desa. Seperti yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani di Desa kemudo Klaten dengan pendampingan oleh LSM Gita Pertiwi..
Salah satu pegiat Gita Pertiwi, Fransica Chandra Dewi dalam Obrolan Siang pro 1, Selasa, 21 April menegaskan perempuan memiliki peran strategis dalam menentukan kualitas pangan keluarga. “Dimulai dari pemilihan bahan pangan hingga pengelolaan sumber pangan lokal, perempuan menjadi garda terdepan dalam mewujudkan kemandirian pangan berbasis rumah tangga,” kata Sisca.
Menurut Sisca, pendampingan yang dilakukan Gita Pertiwi kepada KWT di Kemudo dilakukan secara menyeluruh melalui berbagai workshop. Kegiatan tersebut meliputi teknik pertanian, pembuatan pupuk organik, praktik pertanian organik, mulai dari persiapan lahan hingga proses pemasaran hasil panen.
Susilo Wardani dari KWT Sri Kemuning, salah satu KWT di desa Kemudo, Klaten mengatakan di Desa Kemudo, optimalisasi lahan menjadi langkah konkret yang dilakukan masyarakat. “Kami mengelola lahan yang awalnya disiapkan untuk kegiatan Karang Taruna, namun belum dimanfaatkan, kemudian dialihkan ke KWT agar dikelola menjadi lahan produktif,” ucap Susilo
KWT Sri kemuning berhasil menanam berbagai komoditas seperti sayuran dan tanaman pangan lainnya. Hasilnya tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan keluarga, tetapi juga memiliki nilai ekonomi melalui penjualan hasil panen.
Selain itu, KWT juga menginisiasi kegiatan makan bersama bagi anak-anak sekolah yang dilaksanakan setiap hari Minggu. Program ini telah berjalan sebelum adanya program Makan Bergizi Gratis, dengan memanfaatkan hasil kebun sebagai bahan pangan sehat dan bergizi.

Pegiat Gita Pertiwi, Fransisca Chandra Dewi: "Sinergi antara Gita Pertiwi dengan masyarakat terutama Kelompok Wanita Tani diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan keluarga." (Foto: RRI/TMB)
Namun demikian, keberlangsungan KWT masih menghadapi tantangan, terutama dalam hal regenerasi anggota. Minimnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian menjadi pekerjaan rumah yang perlu segera diatasi melalui pendekatan edukatif dan inovatif.
Dengan sinergi antara LSM, kelompok tani, dan masyarakat, diharapkan ketahanan pangan keluarga dapat terus diperkuat. Semangat Kartini pun tidak hanya menjadi simbol perjuangan, tetapi juga inspirasi nyata bagi perempuan desa dalam membangun kemandirian pangan yang berkelanjutan. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....