Surat Kartini Mendunia, “Letters of a Javanese Princess” Ungkap Gagasan Emansipasi

  • 20 Apr 2026 21:42 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kumpulan surat Raden Ajeng Kartini yang dibukukan dalam Letters of a Javanese Princess menjadi salah satu warisan pemikiran yang mendunia. Buku ini memuat pandangan Kartini tentang perempuan, pendidikan, hingga kemajuan masyarakat yang melampaui zamannya.

Surat-surat tersebut awalnya dikumpulkan oleh J.H. Abendanon dan diterbitkan dalam bahasa Belanda dengan judul Door Duisternis tot Licht. Melalui terjemahan bahasa Inggris, gagasan Kartini kemudian dikenal luas di berbagai negara.

Dalam buku ini, Kartini mengungkapkan kegelisahannya terhadap kondisi perempuan Jawa yang terkungkung adat. Ia menulis, “Kami gadis-gadis Jawa tidak boleh bebas… tidak boleh berdiri sendiri.” Ungkapan tersebut mencerminkan realitas sosial yang membatasi ruang gerak perempuan pada masa itu.

RA Kartini, Pahlawan Emansipasi Wanita Indonesai. (Foto: Freepik

Kartini juga menaruh perhatian besar pada pentingnya pendidikan sebagai jalan menuju kemajuan. Dalam salah satu suratnya, ia menyatakan, “Kami ingin maju, tetapi kami terikat oleh adat yang mengekang kami.” Pernyataan ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara keinginan untuk berkembang dan tekanan tradisi.

Selain itu, Kartini menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak dapat dipisahkan dari peran perempuan. Ia berpandangan bahwa perempuan yang terdidik akan melahirkan generasi yang lebih baik. Pemikiran ini menjadi dasar penting dalam perjuangan emansipasi di Indonesia.

Melalui surat-suratnya, Kartini tidak hanya menyampaikan keluh kesah, tetapi juga gagasan perubahan. Ia menginginkan adanya kesempatan yang setara bagi perempuan untuk belajar dan menentukan masa depannya sendiri.

Kehadiran Letters of a Javanese Princess menjadikan suara Kartini melampaui batas ruang dan waktu. Pemikirannya tetap relevan hingga kini, terutama dalam upaya mendorong kesetaraan gender dan akses pendidikan yang merata.

Warisan pemikiran Kartini melalui surat-surat ini menjadi pengingat bahwa perubahan berawal dari keberanian untuk bersuara. Seperti yang tercermin dalam semangatnya, dari keterbatasan pun dapat lahir gagasan besar yang menginspirasi dunia. (Wiwik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....