Memahami Klaten Daerah Rawan Bencana

  • 20 Apr 2026 08:41 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Kabupaten Klaten, yang terletak di antara Solo dan Yogyakarta, memiliki posisi geografis yang strategis namun juga rentan terhadap berbagai bencana alam. Memahami Klaten sebagai daerah tanggap bencana sangat penting karena kompleksitas potensi bencananya, mulai dari erupsi gunung berapi, gempa bumi, banjir, hingga tanah longsor

“ Walaupun Klaten sebagai daerah rawan bencana, namun yang penting masyarakatnya memahami bagaimana mitigasi bencana dalam menghadapi segala kejadian bencana yang terjadi,”ujar Indriarto, SH ( supervisor Pusdalop BPBD Klaten ) di siaran Tanggap Bencana RRI Surakarta Selasa 14 April 2026 pk.16.00 Wib.

Mitigasi yang wajib di waspadai Adalah mitigasi struktural dan non structural. Mitigasi struktural melibatkan pembangunan infrastruktur (tanggul, rumah tahan gempa), sedangkan non-struktural mencakup perencanaan wilayah, peraturan, edukasi, dan kesiapsiagaan.

Keduanya harus berjalan beriringan agar efektif. Pada akhirnya yang menjadi tujuan kedepan Adalah Livin’ harmony with disaster yakni hidup berdampingan dengan bencana.

Pusdalops salah satu unsur dari BPBD yakni Pusat Pengendali Operasi yang meng update kondisi-kondisi termasuk adanya pemberitaan tentang cuaca dan sebagainya dan Ketika terjadi bencana terjadi mengendalikan kegiatan dalam penyelamatan dan berada di posko bencana dan siap 24 jam dalam 7 hari.

Masyarakat sendiri sudah mengenali wilayah dimana mereka tinggal, apa dan bagaimana potensi bencana alam yang terjadi sehingga sudah siap dalam mitigasi bemncana tersebut. Terbentuknya Destana Desa Tanggap Bencana, berfokus pada mitigasi bencana seperti erupsi Merapi, kekeringan, dan bencana lainnya, dengan melibatkan relawan lokal di berbagai kecamatan.

Destana merupakan program tahunan BPBD Kabupaten Klaten yang bertujuan untuk membina ketangguhan masyarakat Desa. Utamanya dalam menghadapi Bencana di setiap wilayah, mengingat hampir seluruh wilayah di Kabupaten Klaten adalah daerah yang rawan Bencana.

Harapannya pelatihan dan pembekalan kali ini harus dipahami agar meningkatkan kesiapsiagaan diri sebagai anggota relawan Destana. Ini penting untuk membantu masyarakat desa bila terjadi bencana.

Selain dari pembentukan Destana, banyak relawan yang ada di Klaten membantu dalam mengatasi bencana yang terjadi disana. Mereka melakukan pelatihan yang diselenggarakan oleh BPBD. Kolaborasi Bersama antara warga Masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan dan membantu dalam mitigasi bencana yang terjadi di Klaten.

( Syurie Ariandani )

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....