Merajut Kerukunan Umat lewat Moderasi Beragama di tengah Masyarakat

  • 18 Apr 2026 16:47 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Upaya merajut kerukunan umat beragama terus digencarkan melalui penerapan nilai moderasi dalam kehidupan sehari-hari. Di Kabupaten Sragen, langkah ini diwujudkan melalui pembentukan Kampung Moderasi Beragama di sejumlah wilayah.

Program yang diinisiasi oleh Kementerian Agama Republik Indonesia ini menjadi strategi penting menjaga harmoni di tengah keberagaman. Moderasi beragama tidak hanya menjadi konsep, tetapi sudah diterapkan dalam kehidupan masyarakat.

Dalam Obrolan Siang OBSI pro 1, Selasa 7 April 2026, Penyuluh Agama Islam Kankemenag Sragen sekaligus pendamping Kampung Moderasi, Drs. Dwidayat, menyampaikan bahwa moderasi beragama adalah sikap seimbang dalam beragama. Ia menegaskan bahwa perbedaan harus disikapi dengan saling menghormati.

“Moderasi beragama bukan mencampuradukkan ajaran, tetapi bagaimana kita bersikap adil dan menghargai perbedaan,” kata Dwidayat. Ia menilai sikap ini menjadi kunci terciptanya kehidupan yang damai.

Saat ini, di Sragen telah terbentuk tiga Kampung Moderasi Beragama yang menjadi contoh praktik toleransi. Keberadaan kampung tersebut juga menjadi ruang edukasi bagi masyarakat.

Peran generasi muda dinilai semakin penting dalam menjaga nilai moderasi beragama. Mereka aktif menggelar kegiatan edukasi dan memperkuat interaksi lintas komunitas.

“Generasi muda menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan dan mengantisipasi paham menyimpang,” ucapnya. Dwidayat menyebut keterlibatan anak muda menjadi kekuatan utama dalam menjaga harmoni.

Pendekatan yang dilakukan dalam Kampung Moderasi mengedepankan dialog dan pembinaan. Cara ini dinilai efektif untuk mencegah konflik di tengah masyarakat.

“Kami lebih mengutamakan edukasi dan dialog agar masyarakat memahami tanpa merasa dihakimi,” tambahnya. Dengan cara ini, nilai moderasi beragama dapat diterima lebih luas.

Ke depan, moderasi beragama diharapkan terus berkembang dan menjadi budaya masyarakat. Sinergi semua pihak menjadi kunci menjaga kerukunan yang berkelanjutan. (Wiwik)




google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....