Material Baterai Lithium Ion dari Tanaman Balakacida

  • 23 Mar 2026 20:23 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Peneliti dari UIN Ar-Raniry Banda Aceh yang dipimpin oleh Dr. Abd Mujahid Hamdan telah berhasil menciptakan material baterai yang ramah lingkungan. Penelitian ini memanfaatkan tanaman lokal balakacida (Chromolaena odorata L. ) yang di Aceh dikenal dengan sebutan "Oen Sikhoh-khoh".

Inovasi ini bertujuan untuk memanfaatkan biomassa sebagai bahan untuk katoda baterai lithium-ion yang lebih berkelanjutan. Sesuai informasi dari @Good News From Indonesia, penelitian ini dipimpin oleh Dr. Abd Mujahid Hamdan dari Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Ar-Raniry, dengan melibatkan Muslem, Syafrina Sari Lubis, serta Sri Nengsih dari universitas yang sama, dan Akhyar Ibrahim dari Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh.

Riset ini juga melibatkan kerjasama dengan Institut Teknologi Bandung serta Badan Riset dan Inovasi Nasional, dan Universitas Negeri Surakarta melalui pusat unggulan ilmu pengetahuan dan teknologi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa material yang dikembangkan memiliki kapasitas penyimpanan energi yang 22,73 persen lebih tinggi dibandingkan grafit yang dijual di pasaran, dengan efisiensi coulombic yang hampir mencapai 99 persen.

Inovasi ini dipandang memiliki potensi dalam mendukung pengembangan baterai lithium-ion yang lebih berkelanjutan untuk kendaraan listrik dan penyimpanan energi terbarukan. Rektor UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Mujiburrahman, memberikan apresiasi atas pencapaian tersebut, sebagai kontribusi nyata dari lembaga pendidikan tinggi untuk memperkuat kemandirian energi nasional, dengan rencana ke depan untuk mengoptimalkan material dan mengembangkan produksi dalam skala yang lebih besar.

Selain meningkatkan kinerja baterai, pemanfaatan tanaman balakacida juga memberikan manfaat lingkungan. Tanaman yang selama ini dianggap sebagai gulma ini dapat diolah menjadi material yang memiliki nilai tinggi, sehingga dapat membantu mengurangi limbah biomassa dan menekan ketergantungan pada bahan baku impor.

Para peneliti berpendapat bahwa pendekatan ini sejalan dengan usaha global dalam menciptakan teknologi energi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Di masa mendatang, tim riset berencana untuk melakukan pengujian lebih lanjut guna memastikan stabilitas material dalam jangka panjang serta kesesuaiannya dengan berbagai jenis perangkat penyimpanan energi.

Selain itu, kerjasama dengan industri sedang dijajaki untuk mempercepat proses penerapan hasil penelitian ini. Dengan dukungan dari berbagai pihak, inovasi ini diharapkan dapat segera diimplementasikan secara luas dan memberikan dampak positif bagi pengembangan ekosistem energi bersih di Indonesia.

(Syurie Ariandani)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....