Tokoh Dunia dan Indonesia Serukan Pelestarian Hutan untuk Hadapi Krisis Iklim
- 20 Mar 2026 04:52 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta - Peringatan Hari Hutan Sedunia setiap 21 Maret menjadi momentum penting untuk kembali menegaskan peran vital hutan dalam menjaga keseimbangan bumi. Sejumlah tokoh dunia dan Indonesia secara konsisten menyuarakan pentingnya pelestarian hutan di tengah ancaman Pemanasan Global yang semakin nyata.
Peraih Nobel Perdamaian, Wangari Maathai, dikenal sebagai pelopor gerakan penanaman pohon melalui Green Belt Movement. Ia menggerakkan jutaan perempuan di Afrika untuk menanam pohon sebagai upaya mengatasi deforestasi dan kemiskinan. Kontribusinya diakui dunia sebagai langkah nyata menghubungkan pelestarian lingkungan dengan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, aktivis muda asal Swedia, Greta Thunberg, terus mengingatkan pemimpin dunia akan bahaya krisis iklim. Dalam berbagai forum internasional, Greta menyoroti kerusakan hutan sebagai salah satu faktor utama meningkatnya emisi karbon yang memperparah perubahan iklim global.
Tokoh lain, Jane Goodall, menegaskan bahwa hutan merupakan habitat penting bagi keanekaragaman hayati. Melalui Jane Goodall Institute, ia mendorong upaya konservasi yang melibatkan masyarakat lokal dalam menjaga ekosistem hutan.
Di Indonesia, perhatian terhadap pelestarian hutan juga disuarakan oleh tokoh lingkungan seperti Emil Salim. Ia menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan yang tidak mengorbankan kelestarian hutan.
Selain itu, aktivis lingkungan Aleta Baun atau Mama Aleta, dikenal melalui perjuangannya mempertahankan hutan dari ancaman eksploitasi tambang. Ini dilakukan dengan aksi damai bersama masyarakat adat.
Isu kerusakan hutan semakin relevan karena berkaitan langsung dengan meningkatnya efek rumah kaca dan suhu bumi. Hutan yang berfungsi sebagai penyerap karbon kini terus berkurang akibat aktivitas manusia seperti penebangan liar dan alih fungsi lahan. Kondisi ini mempercepat laju pemanasan global serta meningkatkan risiko bencana alam.
Organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menegaskan bahwa pelestarian hutan menjadi salah satu kunci utama dalam upaya mitigasi perubahan iklim. Melalui peringatan Hari Hutan Sedunia, masyarakat global diajak untuk berperan aktif menjaga hutan demi keberlanjutan generasi mendatang.
Kesadaran kolektif dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga kelestarian hutan. Tidak hanya pemerintah dan aktivis, masyarakat luas juga memiliki peran melalui tindakan sederhana seperti menanam pohon, mengurangi penggunaan kertas, dan mendukung produk ramah lingkungan.
Dengan semakin kuatnya suara para tokoh dunia dan nasional, pelestarian hutan diharapkan tidak hanya menjadi wacana, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata. Hutan bukan sekadar sumber daya alam, melainkan penopang kehidupan yang menentukan masa depan bumi. (Wiwik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....