Orang Tua Jadi Terapis Pertama Anak di Rumah

  • 16 Mar 2026 20:29 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta – Program OBSI (Obrolan Siang) di Pro 1 RRI Surakarta pada Jumat, 13 Maret 2026 membahas pentingnya peran orang tua sebagai terapis pertama bagi anak berkebutuhan khusus, khususnya anak dengan kondisi cerebral palsy. Tema ini diangkat bersama narasumber Muhammad Rafif Ulwan, S.Kes dari YPAC Surakarta.

Konsep terapi di rumah dinilai penting karena proses terapi di klinik sering membutuhkan waktu tunggu cukup lama dan biaya yang tidak sedikit. Dengan pengetahuan dasar mengenai latihan sederhana, orang tua dapat membantu proses terapi anak secara mandiri di rumah.

Menurut Rafif, peran orang tua sangat menentukan dalam proses perkembangan anak karena keluarga merupakan lingkungan belajar pertama bagi anak. “Kalau penting itu sangat penting. Soalnya anak belajar itu kepada orang tua dan semua kebutuhan anak juga ada di orang tuanya,” ujar Rafif.

Ia menjelaskan, latihan sederhana dapat dilakukan untuk melatih kemampuan gerak dan kemandirian anak. Beberapa di antaranya seperti latihan berpindah posisi dari duduk ke berdiri, berjalan, naik turun tangga dengan pegangan, hingga latihan aktivitas sehari-hari seperti makan sendiri, berpakaian, serta menjaga kebersihan diri.

Selain itu, orang tua juga dapat melakukan latihan rentang gerak pasif dan aktif, stimulasi sensorik menggunakan benda dengan tekstur berbeda, serta latihan keseimbangan menggunakan bola. Aktivitas bermain bersama juga penting untuk melatih interaksi sosial dan kontak mata anak.

Rafif menambahkan, latihan tersebut tidak perlu dilakukan terlalu lama, tetapi harus rutin dan konsisten. “Latihan itu dilakukan sekitar 10 sampai 15 menit dalam satu sesi dan bisa diulangi dua kali dalam sehari, pagi dan sore,” ucapnya.

Di sisi lain, orang tua juga perlu memperhatikan tanda-tanda awal gangguan perkembangan anak. Jika pada usia sekitar satu tahun anak belum mampu duduk atau berguling secara mandiri, kondisi tersebut perlu diwaspadai dan segera dikonsultasikan kepada tenaga medis.

Salah satu kondisi yang sering membutuhkan penanganan terapi adalah cerebral palsy, yaitu gangguan pada otak yang menyebabkan kekakuan otot dan gangguan gerak. Kondisi ini umumnya tidak dapat sembuh total, namun terapi bertujuan untuk mengurangi kekakuan otot, mencegah perubahan postur tubuh, serta meningkatkan kualitas hidup anak.

Melalui edukasi ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Orang tua juga diharapkan lebih peka terhadap perkembangan anak sejak dini dan tidak ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila menemukan tanda-tanda gangguan perkembangan. (CA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....