Bangun Ketangguhan Kota Surakarta, DLH Gelar Seminar Adaptasi Perubahan Iklim

  • 28 Feb 2026 23:54 WIB
  •  Surakarta

RRI.CO.ID, Surakarta - Dalam upaya menghadapi tantangan lingkungan yang kian nyata, sebuah seminar bertajuk "Ketangguhan Komunitas dalam Adaptasi Perubahan Iklim dan Pengurangan Risiko Bencana di Kota Surakarta" sukses diselenggarakan. Acara yang berlangsung pada Kamis, 19 Februari 2026 ini, menjadi wadah krusial bagi para pemangku kepentingan dan masyarakat untuk menyamakan persepsi mengenai urgensi pelestarian alam di tingkat lokal.

Seminar ini dihadiri oleh Astrid Widayani, S.S., S.E., M.B.A., selaku Plt Walikota Surakarta, yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif lingkungan ini. Kehadirannya menegaskan bahwa pemerintah kota berkomitmen menempatkan isu perubahan iklim sebagai prioritas dalam agenda pembangunan daerah, terutama guna memastikan keselamatan warga dari ancaman bencana yang mungkin timbul.

Diskusi yang dipandu oleh moderator Yonathan Suryo Pambudi, S.T., M.Si. ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya. Materi pertama disampaikan oleh Pdt. Ageng Prasetya Raharjo S.Pd.K dari JAKOMKRIS PBI yang mengusung tema "Membangun Gerakan Komunitas untuk Ketangguhan Iklim". Ia menekankan pentingnya peran akar rumput dan nilai-nilai kemanusiaan dalam merespons krisis lingkungan secara kolektif.

Selanjutnya, Prasetianingsih Soewarno, SP, Msi selaku Penyuluh Lingkungan Ahli Muda dari DLH Kota Surakarta, memaparkan materi mengenai tantangan lingkungan perkotaan dan strategi adaptasi iklim. "Wilayah urban seperti Surakarta memerlukan penanganan khusus agar tetap layak huni di tengah suhu global yang terus meningkat dan cuaca yang tidak menentu, " ucapnya.

Perspektif mengenai keamanan warga dilengkapi oleh Didik Sunarjo, S.E., M.M. dari BPBD Kota Surakarta, melalui topik "Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas" . Ia menjelaskan bahwa kesiapsiagaan harus dimulai dari tingkat terkecil.

"Masyarakat diharapkan mampu mengenali potensi bahaya di sekitarnya dan memiliki kecakapan dasar dalam memitigasi dampak bencana secara mandiri sebelum bantuan profesional tiba, " ujarnya.

Bertempat di Kelurahan Stabelan, rangkaian kegiatan tidak hanya berhenti pada pemaparan materi dan diskusi interaktif. Acara ini juga menjadi momentum bersejarah dengan dibentuknya "Jejaring Komunitas Pemuda Surakarta Peduli Lingkungan dan PRB".

Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa semangat keberlanjutan tetap terjaga melalui peran aktif generasi muda sebagai motor penggerak perubahan di masa depan. Sebagai penutup yang inspiratif, para peserta dan tamu undangan melakukan aksi simbolis penanaman pohon di area sekitar.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi dari berbagai instansi seperti DLH, BPBD, DISPANGTAN, dan elemen mahasiswa. Melalui seminar ini, diharapkan Kota Surakarta dapat tumbuh menjadi kota yang lebih hijau, tangguh, dan siap menghadapi tantangan perubahan iklim di masa mendatang. (Rifqi Nadhif)

Rekomendasi Berita