Yogurt Boyolali Jangkau Pasar Jawa dan Bali

  • 28 Feb 2026 19:02 WIB
  •  Surakarta

RRI. CO. iD, Surakarta - Melimpahnya produksi susu sapi segar di Kabupaten Boyolali menjadi inspirasi bagi seorang Slamet Suwanto untuk meningkatkan nilai ekonomi komoditas lokal tersebut. Melalui unit usaha Amanah Yogurt, Slamet Owner usaha tersebut sukses mengubah bahan mentah menjadi produk bernilai tinggi yang kini menjangkau pasar hingga Pulau Jawa dan Bali.

Slamet menceritakan bahwa usahanya dimulai sekitar tahun 2016-2017 dengan latar belakang keinginan memanfaatkan potensi susu di Boyolali secara maksimal. Ia melihat banyak susu segar dikirim ke luar daerah, tanpa pengolahan lebih lanjut, padahal nilai ekonominya bisa ditingkatkan hingga tiga kali lipat melalui produk turunan.

"Proses pembuatan yogurt di Amanah Yogurt dimulai dengan tahap pasteurisasi susu segar pada suhu 75°C untuk membunuh bakteri patogen. Setelah itu, suhu diturunkan hingga mencapai kisaran 43°C sampai 45°C sebelum dimasukkan bakteri starter atau biang yogurt untuk proses fermentasi," kata Slamet Suwanto kepada RRI dalam dialog Astacita di pro1 RRI Surakarta, Sabtu 28 Februari 2026.

Lanjutnya, proses fermentasi atau inkubasi dilakukan selama kurang lebih 10 jam di dalam alat khusus agar suhu tetap stabil. Hasilnya, susu yang semula cair berubah menjadi kental dan memiliki cita rasa gurih asam yang khas, serta lebih ramah bagi penderita intoleransi laktosa.

Saat ini, Amanah Yogurt memproduksi dua varian utama, yakni kemasan botol dengan merek YOGOOD dan kemasan stik pelangi yang sangat diminati anak-anak. Produk stik tersebut sengaja disimpan dalam kondisi beku (frozen) agar memiliki tekstur lembut menyerupai es krim dengan masa simpan hingga enam bulan.

Selain berorientasi pada bisnis, ia juga membuka peluang kemitraan secara luas melalui sistem distributor tunggal di setiap kabupaten/kota. "Ini untuk melindungi pasar para mitra sekaligus memperluas jangkauan distribusi produk unggulan Boyolali ini ke seluruh Indonesia," ujarnya.

Dukungan dari pemerintah daerah dan dinas terkait diakuinya sangat berperan dalam kelancaran usaha, terutama dalam pengurusan legalitas BPOM dan sertifikasi Halal. Ke depannya, ia berharap generasi muda Boyolali terus berinovasi mengolah potensi lokal agar julukan "Kota Susu" tetap terjaga dengan produk-produk berkualitas.

Asri Dwi Novianty/UNS

Rekomendasi Berita