Lima Kampus Jateng DIY Luncurkan Puluhan Prodi Spesialis
- 12 Feb 2026 17:54 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Lima universitas besar di wilayah Jawa Tengah dan DIY resmi meluncurkan puluhan Program Studi (Prodi) baru Dokter Spesialis dan Subspesialis di Auditorium Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Kamis, 12 Februari 2026. Langkah kolaboratif ini diambil sebagai upaya konkret untuk memecahkan persoalan kekurangan serta ketimpangan distribusi dokter spesialis di Indonesia.
Rektor UNS, Prof. Hartono, mengungkapkan saat ini enam puluh persen dokter spesialis masih terpusat di Pulau Jawa. Untuk mengejar target nasional, lima perguruan tinggi yang terdiri dari UNS, UGM, UNDIP, UNSOED, dan UII bersinergi membuka total tiga puluh tiga prodi baru guna mempercepat produksi tenaga medis ahli di berbagai bidang vital.
"Peluncuran prodi baru ini adalah langkah konkret untuk mendukung program strategis Bapak Presiden dalam rangka mencukupi kebutuhan dokter spesialis dan subspesialis secara nasional. Kami berkomitmen mendidik dokter yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga tangguh untuk mengabdi di pelosok," ujar Prof. Hartono dalam sambutannya.
Dalam rinciannya, UNS membuka 10 prodi baru, UNDIP 15 prodi, UGM 6 prodi, sementara UNSOED dan UII masing-masing menambah 1 prodi spesialis. Selain penambahan jumlah, Prof. Hartono juga menekankan pentingnya duduk bersama untuk membahas efisiensi biaya pendidikan serta komitmen bersama dalam memberantas praktik perundungan atau bullying di lingkungan pendidikan kedokteran.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menyambut baik inisiatif ini karena sejalan dengan program kesehatan gratis bagi masyarakat. Ia membeberkan tantangan berat di lapangan. Misalnya satu dokter puskesmas seringkali harus mengampu hingga dua puluh desa, sehingga layanan kesehatan spesialis sangat sulit dijangkau oleh warga di pelosok.
"Kebutuhan dasar masyarakat Jawa Tengah yang prioritas saat ini adalah kesehatan. Kami memiliki program Spesialis Dokter Keliling atau 'Spelling' untuk menyentuh desa-desa terpencil, namun itu tidak cukup jika jumlah dokternya sendiri masih sangat terbatas," kata Ahmad Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berharap lulusan dari prodi baru ini dapat segera terdistribusi ke daerah-daerah yang selama ini minim sentuhan tenaga ahli. Sinergi antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan atau collaborative government dipandang sebagai kunci utama untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat hingga ke tingkat desa. (Dania)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....